Panitia Muktamar Khilafah DPD 1 Sumut Hizbut Tahrir Indonesia, Dani Umbara mengatakan, muktamar kali ini bertemakan "Perubahan Besar Dunia Menuju Khilafah".
Dia mengatakan acara ini juga untuk menyampaikan kondisi umat khususnya umat Islam ketika tidak ada lagi diterapkan syariat dan khilafah.
"Dahulu ketika syariat Islam masih dijalankan, umat Islam bersatu dalam satu naungan daulah khilafah. Namun berbeda saat sekarang ini,kondisi umat Islam seperti buih di lautan yang terombang ambing," ungkapnya.
Tujuan acara ini, tambah Dani, sebagai ajang untuk menyadarkan umat bahwa sistem hidup yang seharusnya mengayomi masyarakat bukan sistem sosialisme dan kapitalisme, termasuk demokrasi.
Oleh karena itu dengan realitas umat seperti saat ini, Hizbut Tahrir akan terus menyerukan kepada umat Islam untuk terus berjuang bersama-sama menegakkan kembali Khilafah.
"Kami tidak akan pernah berputus asa dari rahmat Allah. Meskipun kebanyakan orang merasa ragu, pesmis bahkan menganggap Hizbut Tahrir bermimpi. Kami akan tetap melangkah dengan sungguh-sungguh dan ikhlas semata-mata karena Allah, jujur dengan Rasulullah, tunduk dan menyegerakan seruan Allah, agar Dia (Allah-red) memuliakan kita dengan tegaknya Khilafah dimuka bumi ini" lanjutnya dengan semangat.
Sementara itu Ustad Harry Moekti dihadapan puluhan ribuan jemaah mengajak jamaah untuk berjuang bersama Hizbut Tahrir agar Syariah dan Khilafah ditegakkan di muka bumi ini. Jamaah pun menyambutnya dengan antusias.
"Untuk bergerak, berjuang bersama guna mengobati penyakit kronis akibat virus Demokrasi yang telah mewabah di tengah masyarakat. Obat mujarab yang mampu mengobatinya tidak lain adalah yang datang dari Allah SWT yaitu Khilafah Islam, sebagai institusi yang menerapkan syari'ah Islam secara Kaffah," ujar mantan roker tersebut. [ded]
KOMENTAR ANDA