post image
KOMENTAR
Anda menyesal membunuh? Tentu saja... Begitulah Deni Syahputra, warga Jalan Pusaka Pasar XI Desa Bandar Klifah Kecamatan Percut Seituan yang nekat menghabisi nyawa Lia Ramadhani (16) dengan cara menjerat lehernya hingga tewas kemudian membakarnya, Sabtu (1/6/2013),

Tak bisa ditawar-tawar lagi, kini tersangka tinggal menunggu ancaman hukuman mati saja lantaran menghabisi nyawa siswi SMK Pancabudi yang tinggal di Jalan Pasar VIII Gang Amal II Desa Sei Rotan Kecamatan Percut Seituan itu. Sekadar mengingatkan jenazah korban sudah dikuburkan sejak kemarin.

Tersangka Deni Syahputra tak lupa awal perkenalannya dengan korban pada bulan April tahun 2013 lalu.

Ketika itu, tersangka sedang belanja keperluan kebutuhan sehari-hari di swalayan Irian di Pasar IX Tembung Kecamatan Percut Seituan. Begitu juga dengan korban, Lia Ramadani, sedang berada di swalayan tersebut.

''Tiba-tiba dia (Lia) menghampiri saya dan mengajak saya ngobrol. Awal pembicaraan, dia bertanya soal lowongan pekerjaan pada saya. Selanjutnya, kami pun bertukar nomor HP,'' kata Deni seperti dikutip dari koran Sumutpos.

Berangkat dari pertukaran nomor HP itulah, komunikasi mereka mulai terjalin dilanjutkan dengan pertemuan.

Sebelum kejadian, tersangka mengaku menerima SMS dari korban. SMS itu berisi ajakan untuk bertemu.

''Hari Sabtu itu (sebelum kejadian) pertemuan kami yang ketiga dan terakhir. Saya jemput dia tidak jauh dari rumahnya. Namun, di tengah jalan dia mengamuk dan meminta uang Rp600 ribu. Setelah saya bawa ke rumah kontrakan, saya beri dia uang Rp100 ribu tapi dia menolak dan mengancam akan melaporkan saya ke polisi karena sudah merusaknya,'' kata Deni.

Karena khawatir dengan amarah korban yang semakin meluap, Deni pun merencanakan pembunuhan. Seutas tali tambang diambilnya dari jemuran belakang rumahnya. Selanjutnya, pelan-pelan dia menjerat leher korban yang saat itu sedang nonton TV di ruang tamu rumah kontrakan tersangka itu. Setelah memastikan korban tewas, tersangka memasukkan jasad korban ke dalam goni lalu disimpannya di dalam lemari pakaian. Untuk menutupi kecurigaan, goni berisi jenazah korban itu ditutup kain lalu pintu lemari digembok.

''Memang sebelum saya bunuh dia, kami sempat bercumbu. Namun, tidak ada saya sampai berhubungan layaknya suami isteri dengan dia. Ketika saya ajak begituan, dia menolak dengan alasan kalau dia sudah punya pacar, begitu juga dengan saya,'' ujarnya.

Dirinya kini hanya bisa pasrah menghadapi hukuman nantinya. Tersangka mengaku kalau dirinya merupakan tulang punggung keluarganya, terutama sejak ayahnya meninggal dunia.

''Belum sempat aku menikah karena tanggung jawabku yang besar. Sejak tamat SMA, aku sibuk mencari nafkah dan sudah banyak jenis pekerjaan aku lakukan. Makanya aku baru 3 kali pacaran dan yang terakhir ini pacarku berusia 19 tahun, tinggal di kawasan Kampung Lalang yang sudah 2 tahun lebih aku pacari,'' kata tersangka.[ans]

Polsek Hamparan Perak Tangkap Remaja Diduga Geng Motor

Sebelumnya

Anak Dan Ayah Keroyok Warga Hingga Tewas Di Medan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Kriminal