Di hari pertama ini, SMEcK memfokuskan di dua titik penggalangan dana yakni, perempatan Jl SM Raja dan Bundaran SIB. Rencananya, penggalangan dana inipun akan dilakukan selama dua hari.
Pantauan di Jl SM Raja, persis di depan Kampus UISU, puluhan SMEcK Holigan tidak malu-malu meminta sumbangan kepada para pengguna jalan. Saat lampu lalulintas merah, dengan cepat mereka menyodorkan kotak-kotak sumbangan ke sopir maupun penumpang angkutan umum.
Pujawan Jasa Kesuma, koordinator aksi mengatakan, aksi itu mereka lakukan untuk membantu minimnya keuangan PSMS yang berlaga di ISL. Selain minimnya keuangan, dana yang didapat nantinya juga diharapkan dapat membantu untuk membayarkan gaji pemain yang sudah tersendat 6 bulan.
"Kita sudah koordinasi dengan pengurus kemarin. Penggalangan dana ini untuk membantu keuangan PSMS. Dana yang terkumpul diharapkan dapat membantu membayar gaji pemain yang sudah lama tidak dibayar," kata Puja.
Bagi pengguna jalan yang menyumbang minimal Rp 5 rb, SMEck Holigan memberikan stiker bertuliskan PSMS Medan. "Berapapun yang disumbang pengguna jalan, itu sangat berarti bagi kami. Tapi bagi yang menyumbang Rp 5 rb, kami memberi stiker secara cuma-cuma," ungkap Puja.
Hingga pukul 14.15 WIB, aksi SMEck di Jl SM Raja sudah mampu mengumpulkan Rp 1,5 juta lebih. Itu belum termasuk sumbangan yang didapat rekan-rekan mereka yang melakukan aksi serupa di Bundaran SIB, Jl Gatot Subroto. "Alhamdulillah, sampai saat ini sudah terkumpul Rp 1,5 juta. Ini belum termasuk yang di Bundaran SIB," sebut Puja.
Puja mengatakan, rencananya uang hasil sumbangan tersebut akan diserahkan secara langsung kepada pengurus. Puja dan rekan-rekannya yang lain berharap, pengurus PSMS dapat lebih fokus lagi untuk mengurus tim kesayangan mereka.
"Semoga ini menjadi langkah awal agar PSMS dapat lebih berjaya lagi di kancah persepakbolaan tanah air. Apapun ceritanya, kami tetap dukung PSMS," pungkasnya. [rob]
KOMENTAR ANDA