post image
KOMENTAR
Sehubungan dengan banyaknya jumlah bencana hidrometeorologi yang terjadi selama beberapa bulan terakhir, pihak Badan nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dengan cuaca ekstrem yang mudah berubah.

Sebelumnya, BNPB menyatakan bahwa telah terjadi sebanyak 573 bencana hidrometeorologi selama Januari hingga Mei 2013 di beberapa wilayah di Indonesia.
"Mulai Januari sampai Mei 2013 tercatat 573 kejadian bencana hidrometeorologi yang tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Sutopo Purwo Nugroho, senin (10/9/2013).

Dia menjelaskan bencana hidrometeorologi adalah bencana alam yang berhubungan dengan perubahan iklim dan cuaca, seperti banjir, longsor, puting beliung, kekeringan, kebakaran lahan dan hutan, dan gelombang pasang.

Bencana hidrometeorologi tersebut, menurut dia, telah mengakibatkan 252 orang meninggal dunia, 512.080 orang menderita dan mengungsi, 30.525 unit rumah rusak, serta puluhan fasilitas umum seperti sekolah dan rumah ibadah mengalami kerusakan.

Dia memaparkan dari total 573 kejadian bencana itu, 212 di antaranya adalah banjir, 195 kejadian puting beliung, dan 138 bencana tanah longsor.

"Tanah longsor menyebabkan 115 orang meninggal, sedangkan banjir 94 orang meninggal. Banjir juga mengakibatkan 431.828 orang mengungsi," jelasnya.

Namun, dia juga mengatakan bahwa data tersebut merupakan data sementara yang diperoleh dari Posko BNPB. "Masih banyak data yang tersebar di kementerian, lembaga, dan badan yang belum dikirimkan ke BNPB," ujarnya. [ant/hta]

KOMENTAR ANDA