Setelah tetangganya Venezuela menyatakan siap memberi suaka politik dan menampung mantan anggota Badan Keamanan Nasional AS atau National Security Agency, Edward Snowden, giliran Bolivia melalui presidennya Evo Morales yang menyatakan menerima buruan AS itu.
"Saya ingin memberitahu orang Eropa dan Amerika, tadi malam saya berpikir bahwa sebagai bentuk protes yang adil, saya ingin mengatakan bahwa sekarang sebenarnya kami akan memberikan suaka itu kepada orang Amerika, yang sedang dianiaya oleh sesama orang Amerika," kata Presiden Bolivia Evo Morales, seperti dilansir kantor berita Reuters, Sabtu, (6/7/2013).
Dengan pernyataan dari pemimpin Bolivia itu, secara total Snowden telah menerima perlindungan suaka politik dari tiga negara. Yakni, Nikaragua, Venezuela dan terakhir Bolivia. Ketiga negara itu adalah anggota ALBA, kelompok negara-negara beraliran kiri, yang dibentuk oleh mantan Presiden Venezuela Hugo Chavez, seseorang yang dalam akhir kepemimpinannya sering mengecam agresi "kekaisaran" AS.
Sebagaimana diketahui, Snowden telah membocorkan rincian dari operasi intelijen AS. Dia menyebutkan bahwa AS telah memiliki banyak data yang dikumpulkan dari saluran telepon dan internet dari seluruh dunia lewat sebuah progam bernama Prism.
Sebagai akibatnya, Washington memberikan hukuman kepadanya paling lama tiga puluh tahun penjara. [hta]
KOMENTAR ANDA