Informasi yang berhasil diperoleh di Polsekta Medan Labuhan, saat itu, ibu beranak empat ini seperti biasa melakukan pekerjaannya mengantarkan nasi kepada Atok Alang yang bekerja di PT Grom Sejahtera KIM I, Belawan, sekitar pukul 04.00 WIB.
Atok Alang setiap bulannya menerima nasi rantangan dari Wati. Tak lama kemudian, Misdi, warga sekitar dan kedua rekannya mengintip, karena Wati memakai handuk ketika mengantarkan nasi tersebut.
Setelah itu, tanpa banyak tanya, Misdi dan langsung menangkap keduanya. Saat itu, Misdi menuduh korban sudah berbuat maksiat di lokasi PT itu. Terkejut merasa tak bersalah, Wati pun menolak tuduhan itu. Tak lama, Misdi menyuruh Wati agar membuka handuk yang dipakainya, sambil mengatakan jika dirinya tak memakai celana dalam.
Saat dibuka, ternyata kedua korban berpakaian utuh. Saat itu, karena takut malu, ketiga pelaku langsung mengarahkan kedua korban keliling kampung. Setelah itu, ketiga pelaku yang menggiring kedua korban kembali memanggil warga lainya.
Teriakan-teriakan dan kata-kata kasar pun dilontarkan warga sekitar. Kedua korban yang tak melakukan hubungan itupun tertunduk malu. Fitnah yang dibuat Misdi dan kedua rekanya membuat kedua korban malu bukan kepalang. Setelah diarak, kedua korban langsung diantarkan ke rumah Kepling Lingkungan I.
Saat itu, Kepling langsung menjumpai kedua korban dan ketiga pelaku. Setelah sudah terkumpul, kepling meminta agar ketiga pelaku menunjukan bukti bila kedua korban benar melakukan hubungan intim. Namun, Misdi dan kedua rekannya tak dapat menunjukan bukti.
Ironisnya lagi, ketika dituduh melakukan hubungan itu, salah seorang anak dari Wati juga berada dilokasi kejadian. Tapi karena Misdi tak memliki bukti yang kuat, kedua korban pun dianjurkan untuk kembali pulang ke rumah masing-masing.
"Setiap hari saya bekerja mengantarkan nasi sahur dan buka puasa sama bapak itu. Dia memang tetangga saya dan dia membayar setiap akhir bulan. Tak ada saya berhubungan intim," ujar Wati.
Dikatakan Wati, saat dirinya mengantarkan nasi, dia memang memakai handuk, namun berpakaian lengkap.
"Saya mengantar nasi memang dalam keadaan memakai handuk saja tapi saya memakai pakaian lengkap. Saya memakai handuk biar tak kedinginan, soalnya saya baru siap mencuci pakaian. Si Misdi sama dua kawanya datang dan terus dituduhnya saya berhubungan intim. Tak terima saya dibuat seperti ini," sebutnya.
Tak terima kedunya difitnah begitu saja, kedua korban pun mengadukan kejadian yang dialaminya ke Polsekta Medan Labuhan. Setelah sampai, kedua korban langsung menceritakan kejadian tersebut dengan petugas Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polsekta Medan Labuhan.
Petugas yang mendengar langsung melakukan pemeriksaan terhadap kedua korban untuk dimintai keterangan.
"Keterangan korban dan saksi-saksi sudah kita mintai. Nanti kita akan ambil langkah tegas," kata Kapolsekta Medan Labuhan, Kompol Reza Pahlevi. [ded]
KOMENTAR ANDA