post image
KOMENTAR
Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Medan bersama Satpol PP dan Polresta Medan, menggelar razia penertiban gelandangan dan pengemis (gepeng) dan anak punk di Medan, Selasa (22/7/2013).

Razia dilakukan dengan cara melakukan patroli di sejumlah titik sekaitan dengan pengamanan bulan suci Ramadhan dan sekaligus menyambut Idul Fitri tahun ini.

Penertiban gepeng ini diawali dengan koordinasi antara Dinsosnaker Medan, Satpol PP dan Polresta Medan yang bertumpu di satu titik yakni di Dinsosnaker Medan Jalan KH Hasyim, Selasa siang tadi.

Setelah melakukan patroli mulai di simpang Jalan Halat-SM Raja, Jalan Brigjen Zein Hamid-AH Nasution, tim gabungan tidak menemukan hasil apapun. Namun tim gabungan baru berhasil mengamankan 3 orang anak Punk, 2 orang anak jalanan dan 1 orang pengamen, ketika razia dilanjutkan menuju simpang Jalan Asrama-Jalan Gatot Subroto, simpang Jalan Kapten Muslim dan Bundaran Majestik.

Uniknya, saat petugas melakukan penertiban di Bundaran Majestik, salah seorang anak menolak dibawa petugas. Dia ngaku bekerja memasarkan milik salah satu media Massa di Medan.

"Kami orang Tribun bang, jangan suka hati kelen aja main bawa-bawa," ucap anak tersebut dengan nada lantang.

Berhubung petugas enggan bersitegang, akhirnya anak perempuan berkulit hitam dan berambut panjang sebahu ini dilepaskan kembali. Selanjutnya tim terus menyusuri titik kumpul para Gepeng, yang biasanya mangkal di kota Medan. [ded]

Komunitas More Parenting Bekerja Sama Dengan Yayasan Pendidikan Dhinukum Zoltan Gelar Seminar Parenting

Sebelumnya

Sahabat Rakyat: Semangat Hijrah Kebersamaan Menggapai Keberhasilan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Komunitas