Alat ini dikirimkan ke lokasi kejadian untuk membantu Tim SAR yang terus melakukan pencarian dengan teknik menyelam dan menyisir permukaan hingga radius 200 meter dari lokasi kejadian.
"Alatnya dalam perjalanan dari Tanjung Balai," kata sorang penyelam tim SAR yang juga merupakan koordinator pencarian di Danau Toba, Iwan Supadli, Senin (9/9/2013).
Iwan menyebutkan, upaya pencarian dengan menggunakan Echo Sounder ini akan memudahkan mereka untuk mencari titik yang berpotensi menjadi lokasi tempat para korban. Sebab alat tersebut akan langsung memberikan panduan bagi mereka mengenai kedalaman air maupun organik yang terdapat didalam air.
"Jadi alatnya akan mendeteksi kedalaman air termasuk mendeteksi organik-organik di dalamnya, sehingga bisa menjadi panduan dalam menyelam," Ia menjelaskan.
Sejauh ini upaya pencarian yang mereka lakukan masih belum membuahkan hasil. Padahal mereka sudah melakukan penyelaman hingga ke titik-titik yang kemungkinan lokasi tenggelamnya para korban. Tingginya tekanan air Danau Toba serta suhunya air yang dingin menjadi kendala utama bagi mereka saat ini.
"Ada perbedaan antara menyelam di laut dengan di danau, kalau di sini (Danau Toba) menyelam 20 meter tekanan airnya setara di ke dalaman 30 meter di laut, ditambah lagi suhu air yang lebih dingin," ujarnya.
Diketahui peristiwa tabrakan kapal mengakibatkan empat orang korban dinyatakan hilang di Perairan Tomok Danau Toba, Kabupaten Samosir.
Keempatnya yakni Uji (23) warga Medan, Sandi (20) warga Marelan
Hamparan Perak, Susiono (30) warga Tanjung Morawa, Ujang (28) Lubuk
Pakam. [hta]
KOMENTAR ANDA