post image
KOMENTAR
Krisis di Suriah yang berkepanjangan membuat angka pekawinan di negeri itu kian merosot tajam.

Tercatat sejak krisis politik melanda negeri itu, angka perceraian di Suriah telah naik 45 persen dan angka pernikahan anjlok di atas 40 persen sejak meletusnya krisis Suriah hampir dua-setengah tahun lalu, demikian hasil survei yang dilakukan belum lama ini oleh media lokal.

Melihat hal itu, sebuah organisasi Lembaga Amal Al-Wafaa, Jumat (28/9/2013) kemarin menikahkan sebanyak 12 pasangan di ibukota Suriah.

"Pernikahan massal ini adalah hasil dari upaya terpadu, dengan tujuan membantu pria muda yang tak mampu membayar mahalnya biaya upacara pernikahan," kata Mohammad Nour Addien, salah satu mempelai pria, kepada Xinhua.

Bashar Nouri, pemimpin Organisasi Al-Wafaa, mengatakan organisasinya ingin membantu generasi muda memerangi dampak negatif dari krisis yang berlarut-larut.

"Rakyat kami tidak miskin, tapi perubahan kondisi hidup akibat krisis di negeri ini memiliki dampak negatif pada kehidupan manusia. Jadi, kami mulai mencari cara membantu warga," kata Nouri.

"Kami ingin memberitahu dunia bahwa Suriah adalah negara cinta dan solidaritas sosial," katanya.

Kementerian Pariwisata telah mendanai upacara pernikahan itu dan menginap buat pasangan baru di Dama Rose Hotel, sementara Organisasi Al-Wafaa memberi sumbangan sejumlah uang buat masing-masing pasangan.

Mufti Besar Suriah, Ahmed Badredine Hassoun dan Menteri Pariwisata, Bishir Yazagi, menghadiri pernikahan tersebut.

Mohammad Muzaireeb, seorang mempelai pria, mengatakan gagasan pernikahan massal itu "telah memberi harapan baru buat para pemuda".

"Semoga keamanan kembali ke Suriah," demikian doa Muzaireeb. [ant/hta]

Komunitas More Parenting Bekerja Sama Dengan Yayasan Pendidikan Dhinukum Zoltan Gelar Seminar Parenting

Sebelumnya

Sahabat Rakyat: Semangat Hijrah Kebersamaan Menggapai Keberhasilan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Komunitas