post image
KOMENTAR
Tiga anak menderita luka bakar butuh perhatian dan kepedulian masyarakat luas. Pasalnya, ketiga bocah yang kini berstatus sebagai yatim piatu tersebut menjadi korban pasca ledakan tabung gas elpiji, dan diduga tak mendapatkan perawat prima dari pihak manajemen RSUD Rantauprapat.

Ketiga bocah malang itu masing-masing, Matius Laila (13), Novrianus Laila (11) dan Firdaus Laila (8 bulan).

"Ya, saya berharap ada masyarakat yang mau peduli dengan kondisi ketiga bocah itu," ungkap Anderson Laila, Paman ketiga bocah malang itu, Jumat (1/11/2013) di RSUD Rantauprapat.

Menurut Anderson, Ketiga  bocah yang kini dirawat di ruang inap anak RS Pemerintah itu mengalami luka bakar serius pasca insiden ledakan gas elpiji dari rumah para korban pada tanggal 16 Oktober 2013 lalu sekira jam 04.00 WIB di Desa Bukit Harapan II, Simangambat, Paluta.

Kata Anderson, kedua orangtua dari ketiga korban itu, yakni Andi Laila (suami, red) dan Adimani Bulele (istri, red) meninggal dunia di tempat kejadian perkara.

Peristiwa tragis tersebut terjadi ketika pagi dini hari itu, Adimani Bulele sedang memasak sarapan untuk keluarga yang tercatat sebagai karyawan di lingkungan perusahaan PT Torganda.

"Biasanya karyawan, pagi hari memang sudah memasak untuk sarapan," ujar Anderson.

Ditambahkannya, tidak diketahui secara pasti, bagaimana kejadian, namun tiba-tiba saja api sudah melahap rumah korban. Ketiga bocah tersebut berhasil lolos, tapi tidak kedua orangtuanya.

Ketiga bocah tersebut sempat berpindah-pidah rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. "Sehari ketiganya dirawat di Puskesdes. Kemudian dirawat di RS Medika," ungkap Anderson.

Selama  dua minggu diopname di RS itu, selanjutnya ketiga bocah mesti dilarikan ke RSUD Rantauprapat untuk mendapatkan perawatan lebih intensif akibat luka bakar serius.

Tapi, kata dia selama dua hari di RS milik Pemkab Labuhanbatu itu, ketiga bocah terkesan kurang mendapatkan perhatian serius dari kalangan para medis. Sehingga, dirinya mengharapkan kepada masyarakat luas agar memberikan perhatian, khususnya terkait biaya perobatan.

Kepala RSUD Rantauprapat, dr Natsir Pohan yang juga juga dokter yang merawat ketiga bocah tersebut tidak bisa dikonfirmasi. Saat dihubungi via selular tidak ada jawabab demikian pula pesan singkat yang dikirimkan tak berbalas. [ded/jar]

Komunitas More Parenting Bekerja Sama Dengan Yayasan Pendidikan Dhinukum Zoltan Gelar Seminar Parenting

Sebelumnya

Sahabat Rakyat: Semangat Hijrah Kebersamaan Menggapai Keberhasilan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Komunitas