post image
KOMENTAR
Film "The Act of Killing," karya sutradara Joshua Oppenheimer meraih penghargaan sebagai dokumenter terbaik pada ajang penghargaan bagi film dan televisi bergengsi di Inggris, BAFTA. Demikian disiarkan voaindonesia.com, Selasa (18/2/2014).

Saat menerima penghargaan Minggu (16/2) di London, sutradara Joshua Oppenheimer mengatakan film tersebut membantu menjadi katalis perubahan dalam bagaimana Indonesia membicarakan masa lalunya.

Ia menambahkan bahwa "akhirnya media dan publik membahas bencana moral" dari genosida di Indonesia yang digambarkan dalam film tersebut, tanpa rasa takut.

Oppenheimer juga menyoroti keterlibatan Inggris dan Amerika dalam kejahatan tersebut, dengan mengatakan mereka memiliki "tanggung jawab kolektif" karena "berpartisipasi dalam dan mengabaikan" kejahatan-kejahatan tersebut, dan kemudian secara antusias mendukung kediktatoran militer yang berkuasa setelah genosida itu.

Ia kemudian berterima kasih pada ko-sutradara Indonesia dan para kru di Indonesia yang tidak dapat tampil dengan namanya, karena khawatir akan keselamatan mereka.

"Terima kasih sebesar-besarnya,” ujar Oppenheimer dalam Bahasa Indonesia saat menutup pidato penerimaan penghargaannya.

"The Act of Killing" juga mendapatkan nominasi Oscar, menambah deretan penghargaan bergengsi yang telah diterimanya, antara lain European Film Award untuk kategori film dokumenter terbaik dan Panorama Audience Award.

Film dokumenter ini juga juga memenangkan penghargaan di festival film International di Berlin dan menyabet penghargaan Aung San Suu Kyi pada Human Rights Human Dignity International Film Festival 2013.

Di ajang Oscar 2014, "The Act of Killing" akan bersaing dengan film, "Cutie and the Boxer," "Dirty Wars," "The Square" dan "20 Feet from Stardom." [rgu]

Instagram Ternyata Punya Dampak Buruk Bagi Kesehatan Mental

Sebelumnya

7 Destinasi Wisata Alam Paling Mengesankan di Bali

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Lifestyle