Kondisi ini bisa dilihat dari pepohonan di beberapa median jalan protokol di Medan mulai mengering dan terancam mati akibat kurangnya perawatan yang diberikan oleh Dinas Pertamanan.
Demikian pula kinerja Dinas Bina Marga yang mengabaikan sejumlah saluran drainase yang tumpat oleh sampah dan tumpukan tanah yang sudah mengeras.
Pepohonan media jalan yang nyaris mati akibat tak terawat bisa dilihat di sejumlah jalan di Kecamatan Medan Selayang dan Medan Tuntungan. Hampir 25 persen pohon penghijauan yang ditanam di median jalan tersebut kering dan bermatian.
Kondisi ini disebabkan akibat lemahnya perawatan dan kurangnya penyiraman yang dilakukan oleh Dinas Pertamanan Kota Medan selaku intansi yang bertanggungjawab mengelolanya.
Plt Walikota Medan Dzulmi Eldin yang melakukan peninjauan, Senin (24/2/2014) kemarin, berjanji akan segera melakukan langka-langkah antisipatif secepatnya berdasarkan masukan dari pemerhati lingkungan.
"Secara perlahan kita akan tanami pohon asam jawa maupun beberapa jenis tanaman lainnya diantara pohon angsana yang ada saat ini. Jika pohon asam jawa nanti tumbuh dan berkembang, maka pohon angsana yang ada akan ditebang," katanya.
Sampah
Untuk sejumlah drainase yang tertumpat karena sampah, Dzulmi Eldin mengintruksikan Kadis Bina marga untuk melakuka pembongkaran. Salahsatunya pembongkaran Saluran Parit yang tersumbat di Jalan Jawa simpang Jalan M Yamin. Saluran parit yang tersumbat ini merupakan titik control drainase di Kecamatan Medan timur.
Pembongkaran dan pembersihan terhadap titik-titik kontrol saluran air drainase ini dilakukan dengan tujuan agar saluran air yang berada di setiap titik kota medan mengalir dengan normal tanpa adannya tumpukan-tumpukan sampah yang membuat akibatnya genangan,dan banyak sampah-sampah yang tergenang dan air pun tidak mengalir secara normal, jelasnya.
Selain membongkar saluran drainase, Eldin juga menginstuksikan Pihak Bina marga membuat saluran drainase baru tepatnya di depan Kantor PT Kereta Api karena di lokasi tersebut salurannya sudah tertutup dengan batako sehingga kalau hujan turun air tidak surut dengan cepat sehingga menyebabkan genangan.
"Ini kita lakukan pengeboran untuk membuat saluran drainase baru dimana selama ini saluran tersebut sudah tertutup batako, sehingga di lokasi tersebut menyebabkan genangan air kalau hujan turun," ujarnya. [ded]
KOMENTAR ANDA