"Penyebab meninggalnya balita ini bermacam-macam, di antaranya ada bayi yang dibuang oleh ibunya karena kelahiran yang tidak diinginkan karena hasil hubungan gelap, perkosaan, inses (hubungan sedarah), dan lainnya," katanya seperti dilansir Antaranews, Jumat (6/2).
Menurut Mensos, kematian bayi yang tak diinginkan itu ada kaitannya dengan kebiasaan warga mengakses sumber-sumber pornografi.
Di Indonesia, katanya, dampak pornografi bermacam-macam, ada yang anak-anak melakukan hububungan seksual, ada yang kakak menyetubuhi adiknya, ada ayah menyetubuhi anak kandungnya, ada ayah yang menyetubihi anaknya yang masih balita, termasuk adanya pemerkosaan.
Dari kejadian-kejadian inilah yang kemudian memicu adanya kehamilan tidak diinginkan, sehingga bayi yang dilahirkan juga tidak diinginkan.
Menurut Khofifah, untuk menekan maraknya pornografi, Kementerian Sosial telah memiliki Pusat Penyuluhan Sosial (Puspensos). Di antara tugas Puspensos adalah melakukan pengawasan, penyuluhan, dan pendidikan anti pornografi. [hta]
KOMENTAR ANDA