post image
KOMENTAR
Galaknya beberapa politisi PDI Perjuangan terhadap Presiden Joko Widodo, yang notabene kader banteng, ternyata berakar pada ketidakmampuan sang presiden menggelar konsolidasi.

Kondisi ini yang dianggap membuat parpol-parpol pendukung pemerintah tidak pernah satu suara.

"Ibarat di sepakbola, Pak Jokowi main sendiri," ucap analis politik dari Universitas Diponegoro, Ari Junaedi, Sabtu malam (7/2).

Jokowi juga dianggap melenceng dari garis partai dengan mengangkat Rini Soemarno (Menteri BUMN), Andi Widjajanto (Sekretaris Kabinet), dan Luhut Panjaitan (Kepala Staf Kepresidenan).

Kader-kader PDIP tidak setuju dengan tiga orang di atas karena menganggap mereka bertentangan dengan garis kebijakan partai.

"Sebagian kader PDIP kecewa, sehingga suara dukungan ke Pak Jokowi tidak utuh," imbuhnya.

Kondisi ini, lanjut Ari, harus segera diperbaiki Jokowi. Caranya dengan membenahi komunikasi politik dengan PDIP dan parpol pendukung.

"Parpol pendukung adalah modal utama dalam setiap kebijakan pemerintahan Jokowi. Jadi, harus dirawat. Kalau suara di parpol pendukung kuat, Pak Jokowi akan relatif mudah menundukkan para oposisi," terangnya. [hta/rmol]

Kegiatan Pengabdian FKM USU Sosialisasi Pemberdayaan Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia (KPPI) Melalui Inovasi Healthy Coconut Balm Untuk Meredakan Nyeri Haid Secara Alami Dan Pembentukan Komunitas Srikandi Bahari

Sebelumnya

Terima Audiensi RMOL Sumut, Rico Waas: Perlu Sinergitas untuk Sukseskan Pembangunan Medan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Peristiwa