post image
KOMENTAR
Kalangan Ulama di Sumatera Utara mengaku khawatir terhadap keberadaan kelompok-kelompok yang mengaku memiliki paham syiah. Hal ini terungkap dalam Mudzakarah Ulama Sumatera

Utara berthema "Membicarakan Permasalahan Umat Terkini" di Hotel JW Marriot, Medan, Kamis (14/5/2015)

Ketua IKADI Sumut, H Kasman Lubis mengatakan hampir 100 persen kaum muslimin Sumut merupakan pengikut Ahlu Sunnah Wal Jama'ah yang jauh berbeda dengan paham Syiah, sehingga hal ini dikhawatirkan akan memicu konflik ditengah masyarakat.

"Hal ini sudah menimbulkan keresahan dan kebingungan ummat," katanya.

Sementara itu, Ketua Fatwa MUI Sumatera Utara, H Ramlan Rangkuti mengatakan, beberapa ajaran paham Syiah yang dianggap dapat menimbulkan konflik ditengah umat misalnya Nikah Mut'ah dimana dalam pernikahan tersebut tidak diharuskan ada saksi dan wali, kemudian adanya ajaran mengenai ibadah Sholat hanya 3 kali dalam hitungan satu hari dan adanya anggapan bahwa imam mereka adalah Maksum yang setara dengan nabi.

"Itu merupakan ajaran yang menyimpang dari Al-Quran sebagaimana paham Ahlu Sunnah Waljama'ah," ujarnya.

Atas kondisi ini, Persatuan Ulama Sumatera Utara meminta agar pemerintah tegas dalam menyikapi persoalan tersebut dengan harapan paham tersebut tidak memicu perpecahan ditengah umat muslimin di Indonesia.

"Kami menolak tegas keberadaan dan enyebaran paham Syiah di Sumatera Utara dan Indonesia karena tidak sesuai ajaran yang benar dari Allah dan Rasulnya serta bimbingan par Ulama Ahlu Sunnah Waljama'ah," sebutnya.[rgu]

Komunitas More Parenting Bekerja Sama Dengan Yayasan Pendidikan Dhinukum Zoltan Gelar Seminar Parenting

Sebelumnya

Sahabat Rakyat: Semangat Hijrah Kebersamaan Menggapai Keberhasilan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Komunitas