post image
KOMENTAR
Isu Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang pembangunannnya sudah diresmikan Presiden Joko Widodo sudah sering dibicarakan di tingkat Komisi V DPR RI.

Demikian disampaikan Anggota Komisi V dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Epyardi Asda, dalam diskusi di Cikini, Jakarta, Sabtu (23/1),

Menurutnya, Komisi V sering membicarakan terutama soal apakah kereta cepat teknologi China itu sudah sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), dan apakah sesuai kebutuhan masyarakat.

"Transportasi adalah sebuah keniscayaan yang dibutuhkan masyarakat untuk memperdekatkan jarak, meningkatkan perekonomian, dan menggampangkan komunikasi suatu daerah. Kalau berangkat dari tujuan-tujuan itu, ada sedikit pertanyaan soal pembangunan kereta cepat itu. Apakah ada urgensinya?" kata Epyardi.

Kata dia, di saat rakyat di daerah tertinggal lebih membutuhkan pembangunan infrastruktur yang memadai, seolah pemerintah hanya pikirkan Jakarta-Bandung yang sebetulnya sangat memadai infrastrukturnya.

"Dari segi urgensinya, apa yang kita harapkan dari kereta cepat? Meningkatkan ekonomi? Siapa yang pakai kereta cepat ini? Memang ini belum layak. Saya yakin masyarakat Jakarta-Bandung akan lebih memilih kendaraan pribadi," jelasnya.

"Kecuali kereta cepat ini untuk Jakarta-Surabaya, ini masih masuk akal. Untuk ke Bandung urgensinya belum tinggi," tegasnya.

Dia ungkapkan, sikap para anggota Komisi V DPR cukup alot menyikapi kereta cepat Jakarta-Bandung.

"Ada yang mendukung dan tidak mendukung," sebutnya. [hta/rmol]

Komunitas More Parenting Bekerja Sama Dengan Yayasan Pendidikan Dhinukum Zoltan Gelar Seminar Parenting

Sebelumnya

Sahabat Rakyat: Semangat Hijrah Kebersamaan Menggapai Keberhasilan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Komunitas