post image
KOMENTAR
Lampu kuning bagi warga Jakarta. Pakar tata kelola air dan bendungan Firdaus Ali memprediksi ibukota tenggelam pada 2050.

"Betul, 2050 Jakarta bisa tenggelam. Air laut naik ke Harmoni atau ke Semanggi," kata Firdaus dalam talkshow di salah satu stasiun televisi swasta nasional, Rabu (6/4).

"Saya bicara apa adanya, tugas saya dengan teman-teman akademisi, ilmuan, pakar dan lain-lainnya menyampaikan ini. Bukan menakut-nakuti," sambungnya.

Dia menyampaikan kondisi tanah di Jakarta yang berada di bawah permukaan air laut sebagai salah satu penyebab.  Menurutnya, penurunan tanah di Jakarta sudah cukup jauh di bawah permukaan air laut.

"Kebetulan tanah Jakarta dengan permukaan air laut di bawah rata-rata. Laju penurunan muka tanah di Jakarta tertinggi di dunia. Penurunan tanah terjadi 10-11 centimeter per tahun, sementara terjadi kenaikan air laut 5-6 milimeter pertahun akibat pemanasan global," katanya.

Penyebab lainnya, menurut Staf Khusus Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI (PUPR) ini, adalah pengambilan air tanah oleh warga.

"Kemampuan suplai air permukaan kita minim, di bawah 40 persen. Suka tidak suka kita ambil air dari dalam tanah. Di sisi lain sumur dangkal terkontaminasi akibat tidak punya sanitasi perkotaan," katanya.

Firdaus yang baru dipercaya sebagai Vice President Asia Water Council (AWC) menyampaikan para ahli dari ITB sudah mengingatkan ancaman ini pada tahun 1997, bahwa tata kelola air di Jakarta sangat buruk.

"Tidak ada waktu lagi, (untuk mengatasinya) kita harus hentikan penurunan air di dalam tanah, kemudian tata daerah hulu. Setahun terakhir pemerintah sepakat memastikan katahanan air (water security). Antara lain 16 waduk dipercepat pembangunannya," tukas Firdaus. [hta/rmol]

Komunitas More Parenting Bekerja Sama Dengan Yayasan Pendidikan Dhinukum Zoltan Gelar Seminar Parenting

Sebelumnya

Sahabat Rakyat: Semangat Hijrah Kebersamaan Menggapai Keberhasilan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Komunitas