post image
KOMENTAR
Sudan Selatan kembali bergejolak akibat perselisihan berujung bentrok bersenjata sejak pekan lalu. Hal itu menyebabkan jatuhnya korban jiwa hingga hampir mencapai 300 orang.

Negara yang beru lima tahun merdeka itu memang belum stabil secara politik maupun ekonomi. Terlebih lagi, adanya ketidakpercayaan yang meluas di kalangan masyarakat serta kubu yang berkonflik menyebabkan negara tersebut semakin menjauh dari kesejahteraan.

Negara yang memiliki nama resmi Republik Sudan Selatan itu sendiri merupakan sebuah negara di kawasan Afrika Timur. Negara yang terkurung daratan ini berbatasan dengan Ethiopia di sebelah timur, Kenya, Uganda, serta Republik Demokratik Kongo di sebelah selatan, Republik Afrika Tengah di sebelah barat dan Sudan di sebelah utara.

Sudan Selatan baru memerdekakan diri dari Sudan pada tahun 2011 lalu. Kemerdekaan Sudan Selatan terjadi setelah terjadi perang gerilya selama lebih dari 20 tahun yang merenggut nyawa sedikitinya 1,5 juta jiwa dan membuat sekitar empat juta orang lainnya melarikan diri.

Kendati demikian, merdekanya Sudan Selatan tidak serta merta membawa perdamaian bagi warganya. Sudan Selatan yang sejak merdeka dipimpin oleh Presiden Salva Kiir itu kembali mengalami perang saudara setelah Kiir menuduh wakilnya sendiri yakni Riek Machar melancarkan rencana kudeta.

Perang saudara itu semakin meluas sehingga menyebabkan ribuan orang tewas serta lebih dari 2,2 juta orang terpaksa mengungsi karena khawatir akan konflik serta mengalami kelaparan.

Machar sendiri pada saat konflik berlangsung justru melarikan diri dari Sudan Selatan.

Konflik berlangsung selama sekitar dua tahun hingga pada Agustus 2015 kemarin, kedua kubu yang berkonflik sepakat untuk memulai upaya damai. Kiir menandatangani perjanjian damai dengan oposisi. Hal itu dilakukan setelaha da ancaman akan diberlakukannya sanksi oleh PBB.

Perjanjian damai tersebut kemudian membuat Machar kembali ke negaranya pada April 2016 kemarin. Ia juga kembali menduduki kursi Wakil Presiden mendampingi Kiir.

Namun agaknya ketidakpercayaan antara kedua belah pihak amat besar sehingga perjanjian damai pun tidak berjalan dengan baik. Hal itu terlihat dari munculnya bentrokan bersenjata antara pengawal Kiir dan Machar sejak pekan lalu yang dipicu oleh perselisihan.

Bentrokan yang terjadi jelang peringatan lima tahun kemerdekaan Sudan Selatan itu menyebabkan jatuhnya ratusan korban jiwa dan luka. [hta]

Komunitas More Parenting Bekerja Sama Dengan Yayasan Pendidikan Dhinukum Zoltan Gelar Seminar Parenting

Sebelumnya

Sahabat Rakyat: Semangat Hijrah Kebersamaan Menggapai Keberhasilan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Komunitas