post image
KOMENTAR
Pemkab Deli Serdang dan Dirjen Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan Kemendikbud gandenga LPM Unimed pada peresmian Desa Vokasi di Desa Denai Lama, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deliserdang pada Rabu (3/8).

Launching ini dilakukan di Balai Pertemuan Desa Denai Lama, Kecamatan Pantai Launchin dengan dihadiri langsung oleh Kasubdit Kesetaraan Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI Dr. Kastum M.Pd, Bupati Deli Serdang yang diwakili oleh Wakil

Bupati Deliserdang H.Zainuddin Mars, Kepala LPM Unimed Dr. Kustoro Budiarta ME, Camat Pantai Labu Ayub, S.Sos, M.Si, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Deliserdang Wastiana Harahap, pimpinan SKPD, Kepala Desa Denai Lama Parnu dan pejabat lainnya.

Kasubdit Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI Dr Kastum MPd menerangkan, ada 3 kategori desa yang terpilih menjadi desa vokasi yaitu pertama di desa tersebut ada pejuang wanita, kabupaten lokasi desa tersebut memiliki angka putus sekolah dan desa tersebut penyumbang tenaga kerja terbanyak.

"Desa Denai Lama terpilih menjadi desa vokasi karena Deliserdang merupakan penyumbang terbanyak angka drop out (putus sekolah)," tegas Dr Kastum

Meskipun begitu, Kastum berharap dengan adanya desa vokasi ini maka perekonomian masyarakat desa meningkat.

"Desa vokasi ini merupakan kelanjutan dan terobosan program Gerakan Pendidikan dan Pemberdayaan Perempuan Marjinal (GP3M)," ujar Kastum.

Sementara itu Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat Unimed Dr. Kustoro Budiarta, ME dalam paparan Programnya menyatakan bahwa, LPM Unimed seriusuntuk melakukan pelatihan dan pendampingan terhadap masyarakatyang putus sekolah untuk dapat produktif dan dapat menjadi penopang perekonomian masyarakat desa, karna Kecamatan Pantai labu merupakan kecamatan yang sudah 2 tahun dibina Oleh LPM Unimed.

Selain itu LPM unimed juga melakukan upaya untuk mendorong Desa Denai lama menjadi “kampung digital” sehingga menjadi solusi bagi pemasaran secara online produk-produk yang dihasilkan oleh desa sehingga mampu menembus pasar Internasional. Hal ini akan berimplikasi langsung pada kondisi masyarakat yang tidak produktif menjadi masyarakat yang mapan secara ekonomi.

Hal senada juga diungkapkan oleh Wakil Bupati Deliserdang Zainuddin Mars,mengaku kaget dengan terpilihnya Desa Denai Lama sebagai desa vokasi dengan kategori penyumbang paling banyak putus sekolah.

"Kaget jika Desa Denai Lama terpilih menjadi desa vokasi karena banyak yang putus sekolah. Seharusnya dengan kartu pintar tidak ada lagi yang putus sekolah.Tahun depan saya berharap
ada lagi desa vokasi tapi bukan karena drop out (putus sekolah)," tegas Zainuddin.

Walaupun demikian ia optimis bahwa dalam beberapa tahun kedepan Desa Denai Lama menjadi contoh bagi desa desa yang ada di Deli Serdang. Hal ini terlihat dari banyaknya stakeholder yang hadir dan serius untuk membangun desa Denai Lama.

"Ditambah lagi program desa yang akan menjadi desa Go Internasional dengan Sportedu Village yang pada bulan depan akan dikunjungi dari berbagai negara eropa untuk mempelajari wisata dan budaya yang ada di Desa Denai lama, dengan pemimpin-pemimpin orang muda yang energik dan visioner akan mampu menjadikan Deli Serdang yang bekemajuan," pungkas Zainuddin.[rgu]

Sekolah Ditutup 14 Hari, Gubernur Edy Rahmayadi: Belajar Dirumah

Sebelumnya

Imbas Corona, SMA/SMK Di Sumut Mulai Belajar Mandiri Di Rumah

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Pendidikan