post image
KOMENTAR
Aksi teror dengan bom molotov yang terjadi di depan Gereja Oikumene, Sengkotek, Samarinda, Kalimantan Timur, merupakan bentuk intoleransi yang tidak sejalan dengan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Begitu dikatakan Ketua Komisi VIII DPR, Ali Taher, Minggu malam (13/11).

"Kita sangat menyayangkan. Saya mengutuk keras atas pemboman gereja dan tempat ibadah manapun," tegasnya.

Bukan tanpa alasan, menurut dia, teror molotov itu sangat bertentangan dengan prinsip-prinsip kehidupan bernegara.

Untuk mencegah aksi serupa, Ali menegaskan bahwa masyarakat seharus bisa memelihara kemajemukan yang telah menjadi ciri khas bangsa Indonesia.

"Kemajemukan harus kita pertahankan karena itu adalah bagian dari ciri khas bangsa Indonesia," demikian politisi PAN ini. [hta/rmol]

































Komunitas More Parenting Bekerja Sama Dengan Yayasan Pendidikan Dhinukum Zoltan Gelar Seminar Parenting

Sebelumnya

Sahabat Rakyat: Semangat Hijrah Kebersamaan Menggapai Keberhasilan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Komunitas