post image
KOMENTAR
Ribuan warga dari berbagai daerah dan Luar Negeri, menghadiri hari peringatan wafatnya Tuan Guru Babussalam, di Besilam, kabupaten Langkat, yang acaranya di mulai dari hari Sabtu (18/2), hingga selesai.

Tuan Guru Babussalam telah wafat 93 tahun yang lalu dan merupakan pendiri aliran Tariqat Naqsabandiyah di Indonesia. Setiap tahunnya ribuan warga dari berbagai daerah di Indonesia, ikut memadati perkampungan religius Babussalam, di kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat.

Sejumlah warga dari luar negeri yang juga menghadiri peringatan wafatnya Tuan Guru Babussalam pada umumnya berasal dari negara Malaysia, Brunai Darussalam, Arab Saudi, dan juga dari Australia, yang juga merupakan jamaah penganut aliran Tariqat Naqsabandiyah.

Mereka menghadiri peringatan hari wafat (Haul) Tuan Guru Babussalam pertama yang bernama Syekh Abdul Wahab Rokal Al Kholidi Naqsabandi.

Peringatan Haul Tuan Guru Babussalam ini merupakan tradisi tahunan yang berisi kegiatan keagamaan yang berbasis kearifan lokal, dan menjadi bagian dari wisata Religi di Kabupaten Langkat.

Rangkaian peringatan Haul Tuan Guru Babussalam, biasanya di lakukan selama 40 hari, dengan acara berzikir bersama atau Suluk, Ziarah Makam, Haflah Alquran, hingga pelaksanaan Ratib Saman, yang biasanya sembari di ikuti dengan Ziarah dan Dzikir di sekitar makam Tuan Guru.

Hal ini tentunya juga membawa berkah tersendiri bagi para ratusan pedagang dadakan yang biasanya berjualan di sepanjang jalan utama desa. Para pedagang ini biasanya berjualan beragam dagangan, mulai dari busana muslim, makanan, hingga keperluan sehari hari.

"Tradisi ini di maksudkan untuk mengingatkan perjuangan Tuan Guru Babussalam pertama, dalam mengembangkan ajaran Islam, khususnya Tariqat Naqsabandiyah yang ada di Indonesia," ujar Akhmad Gazali Syam yang merupakan warga sekitar.

Saat ini, Tuan Guru Babussalam di pimpin oleh Syekh Abdul Wahab Al Syarwani, yang merupakan keturunan Tuan Guru Babussalam yang ke Sebelas.[rgu]

Bank Sumut Kembalikan Fitrah Pembangunan, Kembangkan Potensi yang Belum Tergali

Sebelumnya

Berhasil Kumpulkan Dana Rp 30 Juta, Pemkot Palembang Sumbang Untuk Beli APD Tenaga Medis

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Ragam