post image
Forbis Sharing Session/MedanBagus
KOMENTAR

Sharing session kembali dilaksanakan oleh Forum bisnis wirausaha muslim, Jum'at (26/7/19) di Triple S Cafe. Tema diskusi kali ini Pentingnya Kecakapan Literasi untuk Mempersiapkan SDM Abad 21. Peserta berasal dari anggota dan perusahaannya, yakni: Qims, DCoach SmartSolution, RMOLSumut.com, Bimbel UI 212, Medanbagus.com, Komunitas Property Muslim, Triple S Cafe, Generasi Baru Institut, SmeS, Digital Parenting Clinic, JNE, 212 Mart, KAHMI PRENUER, HIBKA SUMUT, BKMT (Badan Kontak Majelis Taklim), PRU Syariah, SEC USU, GMM Sumut, Anugrah Bakery, Aulia Software, Samera Indonesia, dan peserta lainnya.

Narasumber pada kegiatan ini adalah Laila Sari, S.Psi.,M.Pd. Beliau merupakan Ketua Yayasan ILA Education.

Literasi sebagai salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh tiap pribadi utk siap bersaing menghadapi abad 21.

"Literasi telah menjadi isu yg selalu hangat dibicarakan. Kemampuan yg harus dimiliki siapa saja, baik usia sekolah, orangtua, profesional, pebisnis dan lainnya", katanya.

Fungsinya sbg problem solver bagi perubahan mindset utk terus belajar dan belajar. Menggali potensi diri yg unik, spesial dan bernilai utk menjadikan diri memiliki keahlian dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

Ditambahkan Ila, "Setiap orang dituntut utk berpikir kritis, menjadi pembelajar mandiri dengan prinsip belajar sepanjang hayat".

Menurut World Economic Forum (WEF) thn 2016, ada 16 keterampilan penting yang diperlukan oleh generasi abad 21. Keterampilan ini terangkum dalam 3 kemampuan besar yaitu: Literasi Dasar (foundational literacies), Kompetensi (competencies), Kualitas Karakter (character qualities).

Kemampuan Literasi yang fungsinya dianggap semakin kompleks sebagai problem Solver ditengah perkembangan informasi yang seakan tak mampu dibendung. Membutuhkan percepatan tiap orang untuk mengimbanginya dengan keterbukaan wawasan agar tidak tertinggal. Penguasaan kecakapan 6 Literasi dasar menjadi penting dikuasai oleh tiap orang yang ingin maju.

Kecakapan 6 Literasi dasar :Literasi baca tulis l,Literasi numerasi, Literasi sains, Literasi digital, Literasi finansial, Literasi budaya & kewargaan.

Mengapa keluarga memiliki peran yg sangat besar dlm menerapkan budaya literasi?

Keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat dlm konteks pendidikan, menjadi lingkungan pembelajaran pertama dan utama bagi setiap anggota keluarga yang juga bagian dari masyarakat. Generasi yang hebat akan lahir dari keluarga yang sehat dan peduli pada perkembangan anak-anaknya. Karena keluarga menjadi pondasi penting dan berpengaruh besar pada hidup anak di masa yang akan datang.

Menurut penelitian dari University of Oklohama AS "Anak2 yg rutin makan bersama keluarga membuat anak berperilaku baik, memiliki kemampuan sosial lebih baik, lebih berkonsentrasi dan jarang bermasalah di sekolah".

Bahkan dikatakan, jika di dalam keluarga sudah baik, maka baiklah urusan di lingkungan dan sosialnya. Termasuk di dalamnya bagi pebisnis, pekerja, atau profesi apapun.

Ketika seseorang keluar rumah dengan tenang, keluarganya mendukung dan menjadi kawah candradimuka yg membawa ketenangan serta kesiapan mental, maka bisa dipastikan ia lebih siap menghadapi segala permasalahan apapun.

Budaya Literasi, dapat menularkan dan menanamkan nilai-nilai baik dalam kekehidupan setiap orang. Di keluargalah setiap anggotanya akan tumbuh dan berkembang, menikmati kehangatan hubungan yang mampu menanamkan kepercayaan diri dan percaya pada lingkungan sekitar. Sehingga setiap orang akan siap menjadi inisiator dan berperan menghadapi berbagai permasalahan di lingkungan sekitar. [dar]

Bank Sumut Kembalikan Fitrah Pembangunan, Kembangkan Potensi yang Belum Tergali

Sebelumnya

Berhasil Kumpulkan Dana Rp 30 Juta, Pemkot Palembang Sumbang Untuk Beli APD Tenaga Medis

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Ragam