post image
Ilustrasi/ Net
KOMENTAR

Bom bunuh diri yang terjadi di Polrestabes Medan. Menghebohkan para pengguna ojek online. Pasalnya, terduga pelaku yang terekam CCTV terlihat menggunakan atribut ojek online.

Seorang pengguna aktif ojek online, Maya mengatakan jika dengan adanya insiden ini Ia akan berhenti sementara untuk menggunakan aplikasi ojek online.

"Tadi pagi saya baru dengar kabar terkait bom bunuh diri di Polrestabes dan batu tau juga kalau menggunakan atribut ojek online. Nah, saya menggunakan aplikasi tersebut dalam sehari bisa sampai 5 kali. Baik untuk transportasi maupun pesan makanan. Tapi karena insiden ini saya stop dulu untuk menggunakannya", jelas Maya Macia Sari kepada tim RMOLSumut, Rabu (13/11/19).

Menurut perempuan yang berprofesi sebagai dosen ini, dia akan kembali menggunakan aplikasi ojek online sampai kondisi stabil. Dimana telah diberikan klarifikasi oleh manajemen ojek online yang atributnya digunakan terduga pelaku.

Maya juga berharap ada tindakan dari pihak manajemen untuk menjelaskan tentang terduga yang hanya menggunakan atribut saja atau memang karyawan dari ojek online tersebut.

"Kalau terduga hanya menggunakan atribut saja, mungkin dampaknya biasa saja. Tapi kalau terbukti karyawan ya mereka harus bisa memperkuat keamanan agar tidak terjadi lagi hal seperti ini", ungkapnya.

Terakhir, secara tegas Maya mengatakan berhenti menggunakan aplikasi ojek online mulai hari ini sampai satu minggu ke depan. Sampai adanya klarifikasi langsung dari pihak manajemen ojek online tersebut. [dar]

Yayasan BAITUL MAAL PLN Wilayah SUMUT Hadirkan Bakti Sehat Untuk Negeri Di 10 Kecamatan Kota Medan Terdampak Banjir

Sebelumnya

Majelis Telkomsel Taqwa Hadirkan Senyuman Anak Pulau Melalui Khitanan Massal Gratis

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Peristiwa