Kamis, 09 Maret 2017 , 15:53:00 WIB

Dandim Aceh Utara: Proxy War Perang Tanpa Bentuk, Tidak Jelas Siapa Kawan Maupun Lawan

Laporan: Robedo Gusti

Dalam sejarah perjuangan mencapai kemerdekaan bangsa Indonesia sejak orde lama hingga kini, Indonesia telah mengalami berbagai perang seiring berkembangnya proses dinamika politik, sosial, hukum, ekonomi dan  budaya.

Dahulu, jika perang konvensional mengandalkan mesin dan tehnologi perang serta membutuhkan biaya besar, maka di jaman modern saat ini muncul konsep perang baru yaitu proxy wars. Perang proxy atau proxy war adalah konfrontasi antar dua kekuatan besar dengan menggunakan pemain pengganti untuk menghindari konfrontasi secara langsung.

Hal tersebut disampaikan oleh Dandim 0103/Aceh Utara Letkol Inf Eka Oktavian Wahyu Cahyono melalui Kapten Inf Jailani dihadapan seratusan anggota FKPPI dan PPM pada saat memberikan materi di Kegiatan Pembinaan Keluarga Besar TNI (Bin KB TNI) bertempat di Aula Sapta Marga Makodim stempat. Rabu (8/02).

Lebih lanjut dijelaskan, gencarnya perang proxi ini tidak dapat dikenali dengan jelas siapa kawan dan siapa lawan karena musuh mengendalikan non state actors dari jauh. Di Indonesia, proxy war telah berlangsung dalam berbagai bentuk.

"Melalui perang proxy, kita tidak dapat mengenali dengan jelas siapa kawan dan siapa lawan, karena musuh mengendalikan dari jauh, jelasnya.

Menurut Dandim, hal ini menjadi perhatian serius oleh Pimpinan TNI, agar seluruh rakyat Indonesia bersatu menjaga keutuhan NKRI dan memahami bahwa cinta dan kepedulian terhadap kepentingan negara harus menjadi kepentingan tertinggi diatas segala galanya.

"Mari kita tingkatkan jiwa Nasionalisme kita demi keutuhan bangsa dan tetap tegaknya NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945," harapnya.[rgu]


Comments