post image
Bebas Sembiring
KOMENTAR

Kepedulian masyarakat di Kota Medan terhadap musik lokal masih sangat minim. Hal ini perlu menjadi perhatian dari pemerintah Kota Medan agar pertumbuhan musik dan hiburan lebih baik lagi kedepannya.

Demikian disampaikan musisi yang kini mnejadi dosen Etnomusikologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sumatera Utara, Drs Bebas Sembiring. Seperti dilansir RMOLSumut.

"Apresiasi sanga rendah, partisipasi masyarakat juga sangat kurang disini, jangankan bayar, gratis pun malas mereka datang," katanya kepada RMOLSumut.com, Selasa (1/10/2019).

Bebas Sembiring mengatakan musik sebagai sarana hiburan merupakan hal yang sangat penting dalam perkembangan sebuah kota. Saran berkreasi seperti ini diyakini akan mampu meredam berbagai hal negatif oleh kalangan anak-anak muda. Dengan demikian, Pemerintah Kota Medan harus menempatkannya sebagai salah satu prioritas untuk kemajuan masyarakat.

"Saya rasa pemerintah kurang maksimal. Harusnya pemerintah bisa membina sanggar-sanggar budaya, sanggar seni di Sumatra Utara. Karena budaya setempat ini juga yang akan menarik wisatan," ujarnya.

Memang dari kalangan seniman sendiri harus diakui banyak hal yang juga harus dibenahi mulai dari peningkatan kemampuan seni, manajemen kesenian dan hal lain yang menyangkut perkembangan seni itu sendiri. Artinya, kalangan seniman juga harus jujur untuk menjadikan seni sebagai sarana hiburan dan tidak menjadikannya sebagai bagian dari hal yang terpengaruh dengan politik.

"Yang menjadi kekhawatiran aktifitas seni dijadikan untuk kepentingan politik, itu yang justru harus dihindari," sebutnya.

Saat ini kata Bebas banyak hal yang harus menjadi perhatian pemerintah dalam pengelolaan kesenian. Salah satunya yakni dengan menggandeng para seniman, membenahi Taman Budaya Sumatera Utara (TBSU), sehingga para seniman memiliki fasilitas untuk berkarya.

"Sudah ada dana khusus untuk pembiayaan dalam hal kebudayaan dan musik tersebut tapi tidak disalurkan dengan baik. Perlu adanya sifat kejujuran yang harus diterapkan pada masyarakat Kota Medan," pungkasnya. [dar]

Kain Ulos 500 Meter Meriahkan Hari Ulos 2019 Di Medan

Sebelumnya

Lima Tahun Jadi Warisan Budaya Tak Benda, Ulos Batak Harus Dilestarikan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Budaya