post image
KOMENTAR
. Google menolak permintaan Pemerintah Amerika Serikat untuk mempertimbangkan kembali keputusan Google yang tetap memasang klip video The Innocence of Muslims. Pasalnya, film itu telah memicu gelombang protes anti AS di Timur Tengah dan negara muslim lainnya.

Pejabat-pejabat Gedung Putih pada hari Jumat (14/9) telah meminta Google agar mempertimbangkan kembali apakah video tersebut melanggar ketentuan YouTube atau tidak. 

Google mengatakan, mereka telah memutuskan bahwa video tersebut tidak melanggar terms of service soal pidato kebencian (hate speech). Alasannya, video tersebut ditujukan pada Islam sebagai agama bukan kepada orang yang menganutnya. Demikian sebagaimana diberitakan AP (Minggu, 16/9).

Dengan alasan tersebut, Google hanya memilih untuk membatasi akses klip tersebut guna mematuhi hukum negara setempat, ketimbang menanggapi tekanan politik politik yang ada.

Hingga saat ini perusahaan internet terbesar di dunia itu hanya menyensor video tersebut di India dan Indonesia setelah memblokirnya pada hari Rabu (12/9), di Mesir dan Libya, di mana kedutaan-kedutaan besar Amerika diserbu demonstran yang marah atas penggambaran Nabi Muhammad sebagai penipu dan hidung belang.[ian]

Laporan Keuangan Diterima Dalam RUPS, Pelaporan Hingga Penahanan Mantan Direktur PT GKS Dinilai Rancu

Sebelumnya

Program Rabu 'Walk In Interview' Dikerumuni Pencari Kerja di Medan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Peristiwa