Istilah “Kutang” atawa bra atawa BH, pakaian dalam wanita yang kita kenal hari ini berasal dari kata Prancis.
Kisah bermula ketika Herman William Daendels memulai proyek jalan pos, Anyer-Panarukan. Ketika itu, ribuan orang yang mendiami pulau Jawa dikumpulkan dan dipekerjakan sebagai budak untuk membangun jalan strategis ini. Nah, sepertikisah-kisah di dalam kitab suci mengenai kehidupan para budak, di jaman Deandels pun laki-laki dan perempuan bekerja hanya mengenakan cawat. Sedangkan tubuh bagian atas, mulai dari pusar hingga ke leher, semi topless.
Ketika itulah seorang mandor berkebangsaan Prancis, Don Lopez merasa risih dengan pemandangan yang dilihatnya. Dengan inisitaif, dia kemudian merobek kain putih dan memberikannya kepada salah seorang budak perempuan Kerajaan Belanda. Sambil memberikan potongan kain tersebut, Don Lopez kemudian berkata “Tutup bagian berharga itu!” dengan menggunakan bahasa Prancis.
Nah karena tidak mengerti apa yang dimaksud Don Lopez, perempuan itu kemudian mengabaikan perintah Don Lopez dan kembali meneruskan pekerjaannya.
Don Lopez pun semakin gundah gulana. Dengan jengkel dia terus menunjuk-tunjuk ke arah dada perempuan itu... “Coutant! Coutant!”
Dalam bahasa Prancis “coutant “ itu memiliki arti “berharga”. Dahsyat yah! [hta]
KOMENTAR ANDA