post image
KOMENTAR
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaksanakan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan di atas wilayah Provinsi Kalimantan Selatan. Tujuan hujan buatan untuk menanggulangi bencana asap akibat kebakaran lahan dan hutan.

Demikian disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalsel Aksan Zuzaimah di VIP Room Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Rabu (10/10).

Ia mengatakan, pelaksanaan hujan buatan dijadwalkan Rabu pagi dan penerbangan pesawat dilepas Gubernur Kalsel Rudy Ariffin di halaman VIP Room tetapi karena pesawatnya belum siap sehingga hujan buatan ditunda.

Menurut dia, pihaknya dalam operasi hujan buatan bekerjasama dengan Unit Pelaksana Teknis Hujan Buatan  Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (UPTHB BPPT) yang akan melaksanakan hujan buatan selama 15 hari.

"Operasi TMC di Kalsel didukung satu unit pesawat udara jenis CASA 212-200 versi Rain Maker dengan nomor registrasi PK-TLH milik BPPT yang dioperasikan PT Nusantara Buana Air (NBA)," ungkapnya.

Dijelaskan, bahan semai yang digunakan adalah garam (NaCl) berbentuk powder dengan ukuran butir sangat halus (dalam orde mikron) dan ditaburkan di awan pembentuk hujan yang diharapkan bisa mempercepat hujan.

"Kami mengharapkan operasi berjalan lancar dan efektif menurunkan hujan sehingga bisa mengurangi bencana asap akibat kebakaran lahan dan hutan yang dilakukan dari udara," ujarnya.

Dikatakan, pihaknya mendukung penuh pelaksanaan operasi TMC yang menggunakan dana sebesar Rp1,7 miliar dan siap menjembatani koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah agar operasi berjalan sesuai harapan.

Kepala UPT Hujan Buatan BPPT Heru Widodo mengatakan, untuk membantu pengamatan cuaca dan kondisi awan di wilayah target telah ditempatkan personil di Pos Pengamatan Meteorologi (Posmet).

"Ada tiga posmet yang disiapkan termasuk personil pengamatnya yakni di Pleihari, Kandangan dan Batu Licin serta Posko di Lanud Syamsuddin Noor Banjarbaru," ujarnya.

Pelaksanaan operasi TMC untuk menanggulangi bencana asap kebakaran lahan dan hutan tahun 2012 telah dan sedang dilakukan di beberapa provinsi yakni Provinsi Riau pada 12 Agustus - 29 September 2012.

Provinsi Jambi sejak 8 September - 7 Oktober 2012, Provinsi Kalteng sejak 27 Agustus dan masih berlangsung sampai sekarang, dan Provinsi Sumatera Selatan 7 Oktober dan masih berlangsung sampai sekarang. [ant/hta]

Komunitas More Parenting Bekerja Sama Dengan Yayasan Pendidikan Dhinukum Zoltan Gelar Seminar Parenting

Sebelumnya

Sahabat Rakyat: Semangat Hijrah Kebersamaan Menggapai Keberhasilan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Komunitas