Erdogan menyatakan hal tersebut dalam konferensi internasional yang digelar di Istanbul, Turki, Sabtu (13/10). Menurutnya, dunia hanya menonton tragedi kemanusiaan di Suriah. “Jika kita menunggu keputusan dari satu atau dua anggota tetap PBB, maka masa depan Suriah berada dalam bahaya,” ujarnya.
Rusia dan China, dua dari lima anggota tetap Dewan Keamanan, telah memveto resolusi yang berusaha untuk memberikan tekanan terhadap Suriah demi mengakhiri konflik dalam negeri dan setuju melakukan transisi politik.
Di antara pemimpin yang hadir dalam konferensi internasional tersebut, ada Ketua Liga Arab Nabil Elaraby, Menteri Luar Negeri Jerman Guido Westerwelle dan utusan PBB untuk Suriah Lakhdar Brahimi.
Setelah pertemuan, Menlu Davutoglu mengatakan lagi kepada wartawan bahwa Turki siap untuk menggunakan kekuatan lagi jika negara itu diserang.
“Jika insiden serupa terjadi lagi, kita kembali akan mengambil tindakan balasan,” tegasnya.
Ketegangan antara Suriah meningkat setelah pemerintah Turki mendarat paksa pesawat komersil Suriah yang terbang di wilayah udara Turki. Pesawat yang sedang dalam perjalanan dari Moskow ke Damaskus itu disinyalir membawa peralatan militer yang ilegal menurut hukum penerbangan komersil. [rmol/hta]
KOMENTAR ANDA