post image
KOMENTAR
MBC.  Meskipun pemerintahan SBY-Boediono tidak memiliki visi soal pembangunan pangan, namun ancaman krisis pangan tidak akan selesai dengan hanya menyalahkan pemerintah.

Oleh karenanya, Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang menyerukan kepada masyarakat Indonesia untuk berperan aktif dalam menjaga ketahanan pangan.

"Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah sedikit mengubah pola makan, dengan mulai memakan makanan non-beras sebagai makanan pokok," kata Ketua PPIJ, Rodiyan Gibran Sentanu dalam keterangan pers yang diterima redaksi, Senin (15/10).

Menurutnya pola konsumsi bangsa Indonesia yang bergantung pada beras dapat memperlemah ketahanan pangan bangsa.

"Pangan lokal bangsa Indonesia sangat kaya dari mulai sagu, jagung, singkong, dan ubi. Maka saya berharap bahwa bangsa Indonesia mulai untuk mencoba diversifikasi pangan dalam pola makan mereka sehingga tidak tergantung pada beras, oleh karenanya inovasi pangan olahan berbasis pangan lokal sangat diharapkan datang dari peneliti-peneliti Indonesia, " ujar Gibran lagi.

Selain itu Gibran juga menyampaikan komitmen mahasiswa di Jepang untuk berkontribusi pada penyelesaian masalah pangan ini. “Paling tidak, mahasiswa Indonesia di Jepang siap untuk kembali pulang dan ikut kontribusi dalam keahlian masing-masing menyelesaikan masalah-masalah bangsa, khususnya masalah pangan," imbuhnya. [rmol/hta]

Laporan Keuangan Diterima Dalam RUPS, Pelaporan Hingga Penahanan Mantan Direktur PT GKS Dinilai Rancu

Sebelumnya

Program Rabu 'Walk In Interview' Dikerumuni Pencari Kerja di Medan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Peristiwa