Event hari minggu ini merupakan acara puncak sekaligus penutup dari rangkaian acara "Pekan Indonesia Tanpa Diskriminasi" yang dimulai dengan konferensi pers hasil riset LSI mengenai publik yang semakin tak nyaman dengan keberagaman.
"Kami resah mengamati beberapa tahun belakangan ini Indonesia selalu didera berbagai macam peristiwa memilukan, seperti isu ras, gender bahkan isu orientasi sosial yang seakan tak terpecahkan masalahnya oleh bangsa ini," kata Novriantoni, Direktur Yayasan Denny JA dalam rilis yang diterima redaksi (Minggu, 28/10).
Novriantoni juga menyindir pemerintah yang nampak seperti ilalang yang diterpa angin kesana kemari dalam mengambil keputusan terkait isu minoritas, seperti kasus Islam Jamaah, kaum buruh migran, dan homoseksual yang seolah mereka tak berdaya menghadapinya.
"Satu kelompok masyarakat diserang masyarakat lain hanya karena berbeda keyakinan, untuk itu bersamaan dengan hari Sumpah Pemuda kami juga ingin hari ini ditetapkan sebagai peringatan hari Indonesia Tanpa Diskriminasi," tutur Novriantoni. [rmol/hta
KOMENTAR ANDA