post image
KOMENTAR
Sekjen DPR dan Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) tengah berulah lagi dengan mengajukan proyek akhir tahun hingga menelan biaya Rp 8,6 miliar.

Direktur Lingkar Madani, Ray Rangkuti menilai dengan adanya proyek akhir tahun tersebut menandakan DPR kembali berulah. Pasalnya proyek bayangan ini bukan kali ini saja terjadi.

"Ini penyakit yang berulang. Proyek-proyek seperti ini dulu juga sering terjadi dengan kondisi fisik gedung DPR masih baik," ujar Ray pada Rakyat Merdeka Online (Minggu, 11/11).

Untuk itu, dia meminta agar Sekjen DPR mengurungkan pembangunan proyek itu. Dan mengimbau agar kedepan DPR lebih berhati-hati dalam mengajukan pengeluaran APBN.

"Tak perlu menghambur-hamburkan uang negara, karena proyek itu masih bisa ditunda. Anggota DPR harus hati-hati untuk mengajukan pengeluaran APBN untuk kepentingan yang tak langsung dengan rakyat. Kalau tidak malah akan mengundang cibiran pada dirinya," demikian Ray.

Setidaknya ada tiga program kerja tahun anggaran 2012 yang diajukan oleh Sekjen DPR. Tiga program itu, yaitu pekerjaan penggantian pagar batas dengan Taman Ria DPR, renovasi toilet gedung nusantara I DPR dan perbaikan ruang kerja anggota Gedung Nusantara I DPR yang total nilai proyeknya hingga mencapai Rp 8.696.788.000.[rmol/hta]

Laporan Keuangan Diterima Dalam RUPS, Pelaporan Hingga Penahanan Mantan Direktur PT GKS Dinilai Rancu

Sebelumnya

Program Rabu 'Walk In Interview' Dikerumuni Pencari Kerja di Medan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Peristiwa