MBC. Hingga sekarang, nasib tujuh pelaut asal Indonesia yang hilang di perairan utara Jepang belum diketahui pasti. Namun, empat pelaut lainnya ditemukan selamat dan kini masih dirawat di sebuah rumah sakit di Pulau Shakalin, Rusia, dengan kondisi membaik.
"Kondisi keempat pelaut Indonesia itu kini berangsur pulih setelah mengalami hiportemia akibat cuaca ekstrim saat kapalnya tenggelam dihantam ombak besar di tengah suhu antara minus 6-8 derajat," kata Presiden Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI), Hanafi Rustandi, di Jakarta, Sabtu (2/2/2013).
Mengutip laporan organisasi pelaut Rusia, Hanafi mengatakan, kecil kemungkinan ke-7 pelaut Indonesia yang hilang itu bisa ditemukan selamat, mengingat cuaca di perairan utara Jepang itu hingga sekarang tetap ekstrim dengan suhu minus yang sangat dingin.
Dijelaskan, sebelas pelaut Indonesia yang menjadi awak kapal perikanan Rusia "Shans-101" tenggelam di laut dekat pulau Svetlaya, Rusia Timur. Kapal penangkap ikan itu dihantam dua gelombang besar di tengah cuaca sangat ekstrim, hari Minggu lalu. Sebagian awak kapal berhasil diselamatkan pada hari Senin (28/1) oleh awak kapal barang yang lewat.
Kapal ikan berbendera Rusia milik perusahaan perikanan "Vostok-I Fishing Company" itu diawaki 30 orang, terdiri dari 19 orang warga negara Rusia dan 11 orang pelaut Indonesia.
Menurut Hanafi, ke-4 pelaut Indonesia yang selamat adalah Ferry Seftianto, Abdul Muhamad Muksin, Karyana dan Nurhasim. Sedang ke-7 pelaut yang hingga kini belum diketemukan adalah Hendra Scorpianto, Agustinus Sitaniapessy, Medi Setiawan, Daskunah, Zaenal Arifin, Adi Pamuji, dan Puji Sulistiawan. [ald/rmol/rob]
KOMENTAR ANDA