MBC. Banyak rumor beredar menyebutkan bahwa jika ada skandal korupsi ataupun kasus lainnya yang menyeret nama baik keluarga istana, maka akan ada pengalihan isu untuk menutupi kasus tersebut.
Banyak kalangan bahkan menilai untuk menutupi kasus keluarga istana biasanya digunakan "jurus-jurus jitu" yang bisa mengalihkan perhatian masyarakat akan isu tersebut, seperti pemunculan isu teroris, skandal artis, bahkan hingga harus mengorbankan para politisi lain demi keamanan istana.
Menanggapi hal tersebut pengamat politik, Burhanuddin Muhtadi, mengatakan bahwa pengalihan isu selama ini tergantung dari bagaimana media-media nasional yang memberitakannya.
Jadi, lanjut dosen FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu, jika memang memiliki bukti yang semakin kuat maka harus segera dibesarkan dan dilaporkan ke pihak yang berwajib.
"Segera diungkap saja, kalau punya bukti. Penglihan isu kan menurut media saja, kalau mau diteruskan dan diperbesar itu lebih bagus," ujar Burhanuddin
Pernyataan Burhan ini menyinggung mengenai pemberitaan media yang menyebutkan bahwa perkara dugaan suap penambahan kuota impor daging sapi untuk PT Indoguna Utama (IU) yang menjerat mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq merupakan sebuah konspirasi untuk menutupi kasus dugaan skandal pajak keluarga Cikeas.[ian/rmol/rob]
KOMENTAR ANDA