Menyoroti hal itu, Komnas Perempuan meminta media untuk menghentikan mengekspos Maharani (20) secara berlebihan.
"Komnas Perempuan meminta media untuk menghentikan pemberitaan media yang eksploitatif atas mahasiswi M terkait dugaan suap mantan presiden PKS," jelas Komisioner Komnas Perempuan, Andy Yentriyani, saat dikonfirmasi (Minggu,3/2).
Andy menjelaskan, Maharani bisa saja menjadi korban. Semestinya, tidak harus dibongkar identitasnya seperti ini. Dia juga kuatir, gencarnya pemberitaan terhadap Maharani ini justru membuat dia kehilangan masa depan. Apalagi, publik semakin tahu seperti apa perempuan muda ini.
"Ia bisa jadi korban, terutama trafficking untuk kepentingan gratifikasi seksual," pungkasnya. [rmol/hta]
KOMENTAR ANDA