"Saya belum tahu kalau itu. Tapi yang pasti senior-senior, teman-teman, sahabat, datang ke rumah untuk silaturahim, ngobrol, berikan simpati, doa dan dukungan moral," ucap Anas di rumahnya, Jalan Teluk Semangka, Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (3/3).
Anas pun mengaku bingung jika ajang silaturahmi dirinya dengan para tokoh politik maupun pejabat publik dianggap sebagai upaya mencampuri urusan politik dan hukum.
"Ini cuma peristiwa silaturahim dan doa dukungan moral, saya bingung dan tidak tahu ini peristiwa politik apa bukan. Intinya saya cuma melihat ini bentuk simpati dan doa," tantang mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat itu.
Seperti diberitakan, Presiden SBY sebelum bertolak ke Jerman mengatakan dinamika politik yang terjadi saat ini dipicu sejak Anas ditetapkan sebagai tersangka korupsi proyek Hambalang. [ans]
KOMENTAR ANDA