post image
KOMENTAR
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sedang panik luar biasa akibat situasi politik terakhir yang makin menyudutkan pemerintahan dan Cikeas.

Hal ini disampaikan aktivis Petisi 28, Haris Rusli Moti, menanggapi pengakuan SBY bahwa dia mendapat informasi dari pihak intelijen ada kelompok tertentu ingin membuat negara gonjang-ganjing.

SBY menyampaikan hal itu tadi pagi di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, beberapa saat sebelum terbang ke Jerman.

Menurut Haris, setidaknya ada tiga penyebab SBY panik dan tersudut. Setelah menyatakan mundur dari ketua umum Demokrat, Anas menguliti borok "dapur" Cikeas. Anas yang cukup tahu persis "dapur" kejahatan Cikeas sedikit-sedikit menguliti dan menyampaikannya ke publik. SBY terancam dengan langkah Anas.

"Ke dua, ada kecederungan konsolidasi di tingkat elit politik yang gerah melihat kerakusan dan berbagai kejahatan SBY makin meningkat. Kekuatan opsisi mulai menunjukkan tanda-tanda bersatu, bersama-sama memukul SBY," ungkap Haris seperti dilaporkan Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu, Minggu (3/2).

Terakhir, fakta kemarahan dan kebencian terhadap SBY sekarang ini mencapai puncaknya.

Terbentuk konsolidasi baik di tingkat mahasiswa maupun elemen masyarakat untuk merobohkan sekaligus mengadili SBY, keluarga dan para menterinya yang dengan kasat mata melakukan kejahatan.

"Pernyataan itu menunjukkan SBY seperti bukan seorang presiden. Seperti dulu-dulu, SBY mengeluh, berkeluh kesah dengan masalahnya sendiri," kata dia.

Dia mengatakan SBY berlebihan dengan mengatakan pernyataannya berdasarkan informasi dari intelijen. Toh gerakan menjatuhkan SBY bukanlah gerakan rahasia. Selama ini gerakan menjatuhkan SBY dilakukan terang-terangan oleh kalangan oposisi non parlemen.

Hal ini dilakukan melalui spanduk, pamflet. Bahkan media juag selalu memberitakan tuntutan agar SBY mundur karena dia telah berkhianat dan orang-orang di lingkaran kekuasaan, termasuk Cikeas, terlibat korupsi.

"Bahkan kami di Majelis Kedaulatan Indonesia sudah mengultimatum SBY mengundurkan diri sebelum 24 Maret 2013," kata Haris. [ans]

Laporan Keuangan Diterima Dalam RUPS, Pelaporan Hingga Penahanan Mantan Direktur PT GKS Dinilai Rancu

Sebelumnya

Program Rabu 'Walk In Interview' Dikerumuni Pencari Kerja di Medan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Peristiwa