"Effendi Simbolon itu hanyalah 'droping' dari partai yakni sebagai kader terbaik bagi PDI-P, tetapi pemikiran daripada partai tersebut yang melinierisasi itu ke Sumut," ujar Pengamat politik sekaligus Wakil Direktur Kemahasiswaan Megister Administrasi Publik Universita Medan Area Muazzul kepada MedanBagus.Com, Minggu (3/3).
Muazzul menambahkan, Jokowi yang kini menduduki kursi Gubernur DKI memiliki catatan berbeda dengan Effendi Simbolon. Pasalnya, sebelum berhasil memerahkan DKI, Jokowi telah berbuat di Solo. Sementara Effendi Simbolon belum pernah diuji.
"Barangkali Effendi bagus untuk partai, namun belum tentu untuk masyarakat," tandas dia. [hta]
KOMENTAR ANDA