"Pembangunan pabrik di Myanmar dimulai tahun 2014 dan diharapkan beroperasi mulai tahun 2017," kata Direktur Utama Semen Indonesia, Dwi Sutjipto, seperti yang dilansir Antara, Senin (25/3/2013).
Menurut Dwi, ekspansi bisnis ke Myanmar itu merupakan bagian dari rencana perusahaan untuk mengembangkan jaringan pabrik ke sejumlah negara. Ekspansi ke Myanmar ini kedua setelah sebelumnya hal yang sama dilakukan ke Vietnam.
Selain itu, Dwi juga menjelaskan, dari dari total kebutuhan investasi sekitar 200 juta dolar AS tersebut, sebesar 140-160 juta dolar AS akan dibiayai dari eksternal perusahaan dalam bentuk pinjaman perbankan.
"Sekitar 40-50 juta dolar AS akan diupayakan dari dana internal perseroan. Sedangkan selebihnya atau sekitar 10 persen akan dibiayai dari mitra perusahaan," tegasnya.
Meski menyanggupi pendanaan hingga sekitar 50 juta dolar AS, namun Dwi menuturkan pihaknya juga kemungkinan mempertimbangkan pembiayaan dari penerbitan obligasi.
"Kita akan kaji kemungkinan menerbitkan surat utang," ujar Dwi.
Untuk diketahui, pada tahun 2012, Semen Indonesia membukukan laba bersih sebesar Rp4,85 triliun, naik 23,41 persen dibanding laba tahun 2011 sebesar Rp3,93 triliun.
Saat yang bersamaan, pendapatan usaha perseroan tercatat Rp19,60 triliun melonjak dari pendapatan tahun 2011 sebesar Rp16,38 triliun. [ant/hta]
KOMENTAR ANDA