Militer Israel menyebut mereka menembak ladang-ladang kosong. Tidak ada korban yang jatuh dalam penyerangan ini. Itu merupakan serangan pertama Israel ke wilayah Palestina itu sejak perang delapan hari pada November lalu.
''Pesawat Israel menjatuhkan bom di area terbuka di wilayah utara Gaza. Tidak ada yang terluka dalam insiden itu,'' tulis Kementerian Dalam Negeri Hamas dalam keterangan resmi mereka.
Israel dan Hamas menyepakati kesepakatan damai yang dimediasi Mesir pada November itu, yang menewaskan 170 warga Palestina dan enam warga Israel.
Mengenai serangan pada 2 April, seperti disiarkan Rakyat Merdeka Online, Kelompok Dewan Syura Mujahidin dalam pernyataan resmi mereka mengatakan bertanggung jawab. Kelompok ini menambahkan, tembakan roket itu adalah respons atas kematian Maisara Abu Hamdiyeh, tahanan asal Hebron, Tepi Barat, yang meninggal dunia akibat kanker tenggorokan. Kematian Abu Hamdiyeh menyulut kemarahan warga Palestina.
Pemerintah Palestina menyalahkan Israel yang tak mau membebaskan Abu Hamdiyeh, yang dalam kondisi sakit, lebih cepat demi alasan kemanusiaan.
Sedangkan pihak Israel justru menyebutkan bahwa mereka merawat Abu Hamdiyeh dengan layak.
Selasa malamnya, aksi protes meluas di kota Hebron, Tepi Barat. Mereka memrotes tindakan Israel yang kejam kepada Abu Hamdiyeh. Massa melemparkan bom Molotov dan batu ke arah polisi Israel yang ikut mengamankan aksi tersebut. Pasukan polisi Israel pun membalas dengan serangan bom air mata.
Ketegangan antara Palestina dan Israel terus meningkat. Khususnya di penjara yang menahan ribuan warga palestina. Banyak dari tahanan yang melakukan aksi mogok makan sementara yang lainnya melakukan aksi demo untuk menuntut pembebasan mereka.
Setelah berpuluh-puluh tahun berkonflik dengan Israel, masalah tahanan adalah yang paling disoroti Palestina. Mereka menilai perlakuan Israel kepada tahanan asal Palestina sangat tidak manusiawi.
Mengenai serangan udara Israel, juru bicara Hamas Sami Abu Zuhri mengatakan, pihaknya akan terus mengawasi perkembangan terbaru. Menurutnya, Israel akan menyesali segala kejahatan yang dilakukannya.
Menteri Pertahanan Israel Moshe Yaalon juga tak kalah galak mengatakan, militernya tidak akan tinggal diam melihat Palestina menyerang dari wilayah Gaza. [ans]
KOMENTAR ANDA