post image
KOMENTAR
MBC. Wakil Presiden Boediono kembali bikin masalah. Ia yang belum bisa mempertanggungjawabkan keputusannya di balik dana talangan untuk Bank Century tahun 2008 lalu kini harus berhadapan dengan publik karena memberi kesempatan kepada perusahaan Israel beroperasi di Indonesia.

Mahasiswa Universitas Al Azhar mengecam keras keputusan Boediono memberikan kesempatan kepada perusahaan berbendera Israel, Ormat Technologies Inc, untuk berinvestasi dalam proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla di Sumatera Utara.

Langkah Boediono dinilai ahistoris dan menciderai semangat kemerdekaan Republik Indonesia. Sebagai seorang wakil presiden, Boediono sepatutnya mengetahui bahwa pada 1962 silam, misalnya, Presiden Sukarno menolak keikutsertaan Israel dalam ajang Asiang Games.

Bung Karno juga pernah mengatakan selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menantang penjajahan Israel.

"Tentu ini (keputusan Boediono menerima investasi Ormat Technologies Inc) sebuah penghinaan besar bagi bangsa Indonesia," tulis Wenry Anshory Putra, Sekretaris Jenderal, Front Aksi Mahasiswa Universitas Al Azhar Indonesia (FAM UAI).

Sebagaimana dilansir Rakyat Merdeka Online, Wenry juga menyerukan agar seluruh elemen pergerakan mahasiswa berpegang teguh kepada amanat pembukaan UUD 1945 yang menolak segala bentuk penjajahan.[ans]

Laporan Keuangan Diterima Dalam RUPS, Pelaporan Hingga Penahanan Mantan Direktur PT GKS Dinilai Rancu

Sebelumnya

Program Rabu 'Walk In Interview' Dikerumuni Pencari Kerja di Medan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Peristiwa