Hal itu diungkapkan Ketua FSPMI-KSPI Sumut, Minggu Saragih kepada MedanBagus.Com, Minggu (5/5/2013) sore.
"Yang pasti di BUMN saat ini masih marak outsourcing dan Dahlan Iskan terkesan tetap mempertahankannya. Jadi maaf saya mewakili para buruh tidak simpati dengan beliau," bebernya.
Menurutnya, dirinya lebih tertarik membicarakan kebiadaban yang dilakukan pengusaha pabrik kuali di kampung Bayur Opak Cadas Tigaraksa, Tangerang, Banten terhadap 46 orang buruh yang disiksa dan disekap.
Adalah bernama Yati Andriyani, aktivis Kontras, melalui akun twitternya membeberkan masalah tersebut.
Dikatakannya lagi, jam kerja melampaui batas hingga 18 jam perhari, situasi tempat kerja dan tempat tinggal buruh yang tidak layak hingga pemukulan dan disulut api rokok serta kondisi kesehatan para buruh tersebut yang semakin memburuk.
"Aku sempat nangis dan pilu dengar kabar ini, perlakuan buruk pada puluhan buruh di sebuah pabrik kuali itu," tutur Minggu.
Diketahui, kunjungan Dahlan Iskan ke Medan dalam rangka senam massal dan sarapan bersama pada Sabtu pagi setelah itu ia langsung berangkat ke Simeulue, Aceh. Dalam undangan senam massal itu ternyata bukan hanya SKPD, pejabat dan pegawai BUMN saja yang diundang tetapi juga pengusaha, staff dan karyawan PT KIM Mabar dan Belawan.
Namun, karyawan PT. KIM yang notabene adalah buruh tidak menyambut baik bahkan tidak perduli dengan kedatangan orang nomor 1 di BUMN tersebut.
"Kita sengaja tidak datang tapi kita juga tidak melakukan aksi dengan kedatangan Dahlan Iskan, karena beliau pun hanya sebentar di Medan," pukas Minggu. [ded]
KOMENTAR ANDA