post image
KOMENTAR
Daerah pemilihan Jawa Timur VII diminta untuk tidak memilih lagi Sekjen DPP Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) pada pemilihan legislatif (Pileg) 2014 nanti.

"Iya, perlu disuarakan agar jangan dipilih lagi, dia kan sudah menghina demokrasi," ujar pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Boni Hargens di sela-sela diskusi dengan tema "Rangking Parpol Berdasarkan Bedah Kualitas Caleh 2014" di Galeri Cafe, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Minggu (5/5/2013).

Apalagi kata Boni, anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Ahmad Mubarok pernah mengatakan, rencana partainya kembali mencalonkan putra Presiden SBY itu bukan untuk duduk sebagai anggota DPR, tapi untuk mendulang suara.

"Ini kan sama saja dia sebagai calo suara, alat partai, yaitu untuk orang lain," tandas Boni yang juga Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) ini.

Menurut Boni, suara Ibas yang meraup suara terbanyak nasional pada Pemilu 2009 lalu, akan merosot tajam meskipun Ibas tetap akan terpilih menjadi anggota DPR kembali.

"Suaranya tidak akan banyak seperti pemilu lalu. Apalagi dalam pernyataan Yulianis, dia (Ibas) menerima uang dalam kasus Hambalang, ini merusak dia. Tapi dia akan menang lagi, tapi merosot tajam," tandas Boni. [rmol/hta]

Laporan Keuangan Diterima Dalam RUPS, Pelaporan Hingga Penahanan Mantan Direktur PT GKS Dinilai Rancu

Sebelumnya

Program Rabu 'Walk In Interview' Dikerumuni Pencari Kerja di Medan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Peristiwa