post image
KOMENTAR
Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan mengatakan, Indonesia adalah pasar potensial produk-produk negara lain. Diperkirakan tingkat konsumsi masyarakat Indonesia hingga 20 tahun ke depan mencapai Rp360.000 triliun.

''Oleh sebab itu, jangan sampai tingkat konsumsi di Tanah Air itu diisi oleh produk impor, HP dari China, pupuk dari Srilangka, cangkul buatan Hanoi, dan lainnya. Nggak ada alasan lulusan STM nggak bisa buat cangkul nantinya,'' kata Gita Wirjawan, kemarin di Medan.

Untuk meningkatkan daya saing masyarakat ke depan, kata Gita sebagaimana dilansir liputanbisnis, perlu pengembangan industri dalam negeri yang dibangun oleh putera-puteri bangsa ini.

Selain perlu didukung oleh faktor dukungan bantuan pendanaan yang mencukupi, termasuk dari pemerintah, perlu juga didukung oleh faktor SDM yang berkualitas dari sisi pendidikan.

Kedua hal ini sangat mungkin disinergikan ke depan dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat di tengah persaingan global.

Khusus peningkatan kualitas SDM, lanjut Gita, perlu ditingkatkannya efektifitas pendanaan APBN di sektor pendidikan yang kini mencapai sekitar 20 persen dari total APBN. Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah menambah alokasi anggaran beasiswa kepada para putera-puteri Indonesia untuk dapat mengenyam pendidikan yang lebih tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.

kini, jumlah mahasiswa Indonesia yang studi di luar negeri saja masih terbatas dan kalah dengan negara-negara lain.

Gita menilai, jika tingkat pertumbuhan ekonomi dan APBN stabil dalam 20 tahun ke depan, maka anggaran 20 persen pendidikan dapat diakumulasikan sekitar 2,4 triliun US dollar atau sekitar Rp 24.000 triliun. Anggaran itu tentunya sangat cukup untuk meramaikan kampus-kampus di Indonesia, meramaikan IPB, meramaikan kampus-kampus di luar negeri.[ans]

Emas Naik Diatas $5.200 Per Ons, IHSG Dibuka Di Zona Hijau

Sebelumnya

Aktivitas Pengiriman Terus Bertumbuh, Lion Parcel Perkuat Infrastruktur dan Layanan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Ekonomi