post image
KOMENTAR
MBC. Niat Mohammad Shahrulnizam Ahmad Nazari menaklukkan puncak gunung tertinggi di dunia Everest berujung maut. Pendaki 25 tahun asal Malaysia itu meninggal dunia saat perjalanannya menuju ke Everest Base Camp. Dia meregang nyawa diduga karena mengalami Acute Mountain Sickness (AMS) yang menjadi momok setiap pendaki.

AMS sering menyerang pendaki gunung karena kadar oksigen yang rendah serta tekanan udara yang semakin menurun apabila seseorang berada di ketinggian. Belum lagi selain cuaca ekstreem yang sangat dingin juga menyerang orang-orang yang berniat menakhlukkan Everest.

Bukan hanya Nazari yang menjadi korban. Rekannya, Mohd Yazrul Ekhan Yahya kini mengalami kondisi krisis yang juga disebabkan AMS. Kini tim masih berupaya mengevakuasi dua pendaki itu.

"Usaha membawa korban untuk mendapat perawatan gagal karena cuaca buruk dengan awal tebal menghalang penerbangan helikopter ke lokasi insiden. Selain itu klinik di Phericche juga telah ditutup karena musim pendakian utama telah berakhir," kata Wakil Ketua Pengarah Komunikasi Korporat PPj Zaharah Salamat.

Ya, ekpedisi ekstreem itu diikuti 11 pendaki lelaki dan tiga wanita yang mewakili Kelab Rekreasi Sukan dan Kebajikan PPj (KRISPutra). Ekspedisi ini dimulai pada 27 Mei dan dijadualkan tiba kembali ke Malaysia pada 10 Juni mendatang.

Kini, lanjut Salamat, tim di lapangan mengambil langkah untuk membawa turun korban ke Kathmandu. Namun, Salamat belum bisa memastikan hingga kapan tim bisa keluar dari Phericche ke Kathmandu.

"Akibat insiden ini semua pendaki ekspedisi ini telah membatalkan rencana ke Everest Base Camp dan saat ini telah selamat tiba di Lobuche," katanya. [rob]


Komunitas More Parenting Bekerja Sama Dengan Yayasan Pendidikan Dhinukum Zoltan Gelar Seminar Parenting

Sebelumnya

Sahabat Rakyat: Semangat Hijrah Kebersamaan Menggapai Keberhasilan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Komunitas