Posisi Pangdam I/BB misalnya. Panglima Kodam I Bukit Barisan (Pangdam I/BB) yang baru, Mayor Jenderal Burhanuddin Siagian, menggantikan Mayjen Lodewijk F Paulus. Demikian pula Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara telah diserahterimakan dari Noor Rahmat kepada Bambang Setyo.
Bahkan Sumatera Utara juga akan memiliki Gubernur dan Wakil Gubernur yang baru, Gatot Pujo Nugroho dan Tengku Erry Nuradi. Pasangan ini akan dilantik pada 17 Juni mendatang.
Akan tetapi, dari sederet wajah baru para pejabat Muspida Sumut itu, hanya satu yang masih bertahan. Siapa lagi kalau bukan Kapolda, Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro.
Bahkan nama Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro selalu lolos dari sekian kali mutasi yang dilakukan Polri. Ini tentu mencuatkan pertanyaan, kapan Kapoldasu diganti?
Apalagi Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro tak lama lagi akan memasuki masa pensiun. Disebut-sebut, masa pensiunnya pada Agustus mendatang.

Masih bertahannya Kapoldasu memunculkan beragam spekulasi. Salahsatu alasan yang membuat Wisju bertahan karena faktor kolusi, dimana adanya hubungan dekat antara Wisjnu Amat Sastro dengan Kapolri Timur Pradopo. Bahkan mereka satu angkatan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1978.
Kabarnya, pergantian Kapoldasu, baru akan dilakukan, jika Kapolri pensiun Agustus mendatang.
Sambut Pangdam
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu) H Nurdin Lubis SH MM menyambut Panglima Kodam I Bukit Barisan (Pangdam I/BB) yang baru, Mayor Jenderal Burhanuddin Siagian, menggantikan Mayjen Lodewijk F Paulus, di VIP Room Bandar Udara Polonia Medan, Rabu (5/6/2013).
Pangdam dan rombongan yang menaiki Garuda Indonesia ini langsung disambut jajaran Pemprovsu, Pemerintah Kota yang dipimpin Plt Walikota Djulmi Eldin, perwakilan Polda Sumut, dan jajaran Kodam I Bukit Barisan.
Mayor Jenderal Burhanuddin Siagian, datang bersama istri yang langsung disambut di Ruang VIP Bandar Udara Polonia Medan. Sejumlah pejabat teras Kodam I/BB bercengkeramah dan Plt Wali Kota Medan Djulmi Eldin bersama Pangdam yang baru di ruang Anggrek.
Burhanuddin disuguhkan kelapa muda. Tanpa pikir panjang, ia langsung membuka kelapa muda yang disediakan menggunakan parang. Perlahan Burhanuddin mengatakan bahwa meminum air kelapa muda itu banyak maknanya. Termasuk dalam memberi kesegaran. [ded]
KOMENTAR ANDA