Ketua DPP Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin mengatakan, sebagai partai koalisi seharusnya jangan melakukan provokasi, apalagi dengan menyebarkan spanduk-spanduk penolakan kenaikan harga BBM.
Untuk itu alangkah baiknya kalau PKS tidak lagi membentangkan spanduk dan menurunkan spanduknya.
"PKS harus segera menurunkan sendiri spanduk provokatif yang ditebar di berbagai jalan kota," ungkap Didi Irawadi Syamsuddin Kamis (5/6/2013).
Seperti diketahui, PKS memasang spanduk penolakan kenaikan harga BBM di berbagai lokasi seperti di Jakarta. Spanduk itu berisi "BBM naik harga, rakyat menderita. Tolak sekarang juga". Di spanduk juga terpasang foto wajah para politisi PKS. Ada pula lambang PKS dengan nomor urut sebagai peserta Pemilu 2014.
Didi, sebagaimana disiarkan Rakyat Merdeka Online, mengatakan sebagai anggota koalisi pemerintahan, PKS seharusnya mendukung kebijakan pemerintah untuk mengalihkan subsidi BBM kepada sektor strategis seperti perbaikan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan lainnya.
Menurut dia, kepentingan bangsa harus dikedepankan.
"Apalagi ini sudah keputusan mayoritas koalisi. Janganlah isu BBM malah berkaki dua," kata Didi sambil berharap, PKS bersikap kesatria jika tetap berbeda soal BBM.[ans]
KOMENTAR ANDA