"Wah, sedang tidak musim dan harganya pun lagi naik jadi stop dulu sementara saya jualan jengkol," kata Siti (59), pedagang sayur dipasar tradisional Setia Budi Medan kepada MedanBagus.Com, Kamis (7/6/2013).
Dia menuturkan, harga jengkol masih tinggi sehingga sangat langka keberdaannya. Harga jengkol saat ini yang masih bertahan diharga Rp 20 ribu namun, harga ini sudah turun dari berkisar Rp 25 ribu- Rp 30 ribu pada Jumat (31/5/2013) lalu.
"Susah sekarang ini cari yang jualan jengkol soalnya harganya lagi naik, satu- satulah yang jualan itupun pagi hingga jam 10.00 Wib aja," ujarnya.
Dia bilang, alasan kenaikan harga jengkol itu dikarenakan sedang tidak musim dan sudah jarang petani menanam jengkol.
Dikatakannya lagi, meskipun banyak masyarakat yang tidak menyukai jengkol karena baunya yang khas tetapi, kenaikan harganya yang terbilang tinggi ternyata mampu menjadi sorotan publik. Harga jengkol sebelumnya yakni, berkisar antara 10 ribu- 15 ribu bahkan, sempat melonjak berkisar diatas Rp 30 ribu.
"Meskipun, banyak tak suka ya tapi masih banyak juga yang cari kalau lagi langka begini," pungkas Siti.
Salah seorang pembeli yang sedang melintas, Sari (29) menuturkan, dirinya terbilang 2 kali dalam sebulan memasak makanan yang menggunakan jengkol dengan cara direndang apalagi, katanya, suaminya yang bersuku Batak Karo sangat doyan makan rendang jengkol.
"Tapi, semenjak naik ini dari bulan kemarin, saya sudah jarang memasaknya, nantilah tunggu harganya turun lagi, untungnya suami saya ngerti," katanya. [ded]
KOMENTAR ANDA