post image
KOMENTAR
Dalam penetapan awal Ramadhan, Nahdlatul Ulama berpegangan pada metode rukyat alias melihat bulan. Karena itu, NU baru akan menetapkan awal Ramadhan setelah melakukan rukyat pada 8 Juli 2013.

''Kalau dalam rukyat bulan sudah terlihat, berarti besoknya sudah masuk awal Ramadhan. Tapi kalau tidak berhasil dilihat, kami sempurnakan bukan Sya’ban menjadi 30 hari dan awal Ramadhan akan dimulai dua hari berikutnya,'' jelas Jurubicara Ketum PBNU, Nabil Haroen Rabu, (12/6/2013).

Dalam melakukan rukyat ini, NU tidak mengandalkan pemerintah. NU akan mengirim para ahli rukyat ke berbagai wilayah untuk melihat bulan. Hasil dari tim NU ini akan dilaporkan dalam sidang isbat yang dilakukan pemerintah.

''Patokan kami adalah rukyat,'' tandasnya sebagaimana disiarakan Rakyat Merdeka Online.[ans]

Komunitas More Parenting Bekerja Sama Dengan Yayasan Pendidikan Dhinukum Zoltan Gelar Seminar Parenting

Sebelumnya

Sahabat Rakyat: Semangat Hijrah Kebersamaan Menggapai Keberhasilan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Komunitas