post image
KOMENTAR
Menko Perekonomian Hatta Rajasa dijadwalkan melakukan ground breaking (peletakan batu pertama) pabrik milik PT Unilever Oleochemical Indonesia (UOI) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara pada Rabu 3 Juli 2013.

Demikian disampaikan staf Khusus Menko Perekonomian, Abdullah Rasyid saat memimpin rapat persiapan di Gedung Bappeda Sumut Jalan Pangeran Diponegro Medan, Kamis (27/6/2013).

"Selain Menko Perekonomian, ground breaking pabrik pengolahan kelapa sawit berkapasitas 550 ton per hari dengan investasi Rp1,4 triliun ini juga diikuti 10 menteri, Kepala BPN Pusat, Gubernur Sumut dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Sumut, Bupati Simalungun, Dirut PTPN 3, Dirut PT UOI serta sejumlah pihak terkait lainnya," kata Abdullah Rasyid dalam rapat yang dihadiri Sekdaprov Sumut Nurdin Lubis.

Rasyid juga menjelaskan sejumlah kegiatan Menko Perekonomian dalam kunjungan kerja ke Sumut tersebut.

Di antaranya ground breaking pembangunan infrastruktur KEK Sei Mangkei. Seperti pembangunan Dry Port berkapasitas 5.300 Teus yang berfungsi sebagai pelayanan satu pintu untuk QIC (Quarantine, Imigration and Custom).

Kemudian pembangunan Tank Farm (tangki timbun) sebanyak dua unit dengan kapasitas masing-masing 5.000 ton untuk tahap pertama, dan pembangunan Waste Water Treatment Plant (WWTP) kapasitas 250 meter kubik per jam.

Disamping itu, Menko Perekonomian juga melakukan ground breaking pembangunan pabrik pupuk NPK Bio-Mikronutrisi dengan teknologi nano yang berkapasitas 200.000 ton per tahun.

"Pabrik pupuk ini dibangun PT Cipta Buana Utama Mandiri (CBUM) dengan investasi tak kurang dari Rp400 miliar," ucap Abdullah Rasyid.

Ditambahkan Abdullah Rasyid, selain melakukan ground breaking, Menko Perekonomian juga melakukan peresmian dan penandatanganan prasasti sejumlah proyek.

Untuk infrastruktur KEK Sei Mangkei, proyek yang diresmikan itu meliputi pengelolaan dan instalasi air bersih berkapasitas 250 meter kubik per jam, instalasi jaringan listrik, sarana jalan ROW 43 dan ROW 28 sepanjang 2.700 meter, dan drainase induk sepanjang 1.920 meter.

Kemudian proyek Gedung Pusat Inovasi Kelapa Sawit, serta proyek Irigasi dan Waduk Sei Ular, jelasnya. [ded]

Kemenkeu Bentuk Dana Siaga Untuk Jaga Ketahanan Pangan

Sebelumnya

PTI Sumut Apresiasi Langkah Bulog Beli Gabah Petani

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Ekonomi